Ahhh.. Kangen banget sama Bapak-bapak ku..
Iya,, dalam setahun kemarin, saya dan suami kehilangan 2 orang Bapak yang kami cinta dan sayangi.
14 Agustus 2012, jadi hari yang paling tidak bisa dilupakan. Dan tidak disangka waktu itu akhirnya tiba. Setelah hampir 2bulan jatuh sakit, tepat hari Selasa pukul 8:30 Bapak saya menghembuskan nafas terakhirnya.
Yang paling membuat kami sedih adalah hari itu jatuh 5 hari sebelum Idul Fitri. Ternyata Allah lebih sayang Bapak. Yang membuat kami ikhlas dan pasrah ya karena tidak tega melihat kondisinya yang sakit seperti itu. Saat sakit, kondisinya tidak sadar penuh seperti kebanyakan orang. Kami mengalami kesulitan komunikasi. Perih rasanya melihatnya kesakitan, entah apa yang ia rasa, karena kami tidak bisa menangkap maksudnya. Yang Pasti ini jalan terbaik buat beliau. Yang tenang dan damai ya Pak di sisi Allah SWT. Kami (anak dan Istri) disini selalu mendoakan yang terbaik untuk mu. Semoga Allah memberikan kekuatan untuk Ibu, agar tetap bertahan disini.
Tanggal 21 November 2012, tepat seratus hari almarhum Bapak saya. 17 hari kemudian, ayahanda dari suami saya pun pergi untuk selamanya, tepatnya Sabtu, 8 Desember 2012.
Begitu pun Bapak mertua, yang semasa hidupnya penuh sabar dalam menghadapi rasa sakitnya bertahun - tahaun. Sudah tidak terhitung berapa kali keluar masuk rumah sakit dan dirawat untuk waktu yang lama karena penyakit jantungnya. Bapak luar biasa.
Pada awalnya, Jumat seminggu sebelum beliau meninggal pergi ke rumah sakit daerah Kenari hanya check up biasa. Hal itu memang dilakukan rutin setiap minggunya. Tapi setelah dicontrol oleh dokter, Bapak tidak diizinkan untuk pulang, tapi diharuskan untuk dirawat.
Lucunya, ada hal sama yang terjadi dengan keduanya sebelum mereka pergi untuk selamanya. Entah kebetulan atau memang sudah firasat mereka, Entahlah.. Sebelum jatuh sakit dan dirawat Sabtu, 5 Juni 2012, bapak saya beres-beres pakaiannya, seolah akan pergi jauh. Ia pun bergegas mencukur jenggot dan kumisnya yang mulai muncul tidak beraturan. Kemudian almarhum meminta untuk cukur rambut pada Ibu. Iya, beliau Ganteng banget, bersih. Ketika sepulang dari Mushola untuk sholat Subuh, kemudian ia berkata pada Ibu :
Almarhum : "Bu, bapak mau pergi ya.. Ibu jangan cari Bapak"
Ibu : "Ngomong apa sih Pak? jangan ngaco ahh.. emang Bapak mau kemana? masih pagi juga"
Almarhum : "Ya pokoknya bapak mah mau pergi ajah, paling di Mushola koq. Ibu jangan cari Bapak ya.. kalau di Mushola mau sholat, mau ibadah tuh tenang"
Dengan heran Ibu tidak ambil serius pembicaraan itu. Hal ini baru tersadarkan saat bapak sudah tidak sadarkan diri :'(
Begitupun Bapak mertua, sebelum diharuskan dirawat di RS beliau meminta suami saya untuk mengantarkannya ke tempat potong rambut langganannya. Iya, keduanya bersiap diri untuk menemui Yang Maha Kuasa, tanpa kita sadari itu sebagai firasat.
Ahh... rasanya masih banyak sekali impian kami yang belum tercapai untuk membahagiakan orang tua kami. Terutama untuk Bapak dan Bapak mertua. Keduanya orang luar biasa.
Sebagai ayah dari 3 orang anak dan seorang Suami untuk istrinya. Bapak adalah orang paling bertanggung jawab terhadap keluarganya. Walau hanya sebagai PNS dan kemudian sebagai pensiunan PNS Paspampres, tidak pernah ia mengeluh dalam mencari nafkah untuk menghidupi kami. Bapak gak pernah capek, paling gak bisa diam di rumah. Selalu ada saja yang dipegang, entah bongkar-bongkar keran air atau cuci baju sekalipun. Love u so much Dad... Miss u...
Tidak akan ada habisnya untuk cerita kenangan yang indah bersama keduanya. Bapak dan Bapak Mertua sungguh baik. Entah bagaimana jika saya dan suami kelak memiliki keturunan? Hanya anak- anak kami nanti yang tidak kenal almarhum Kakek-kakenya. :'(
Ya Allah, jaga mereka ya Allah.. Berikan tempat terindah disisi-Mu..
Always love u Dad,
Miss u so bad..
- yang tersayang, putri kecilmu -