Kamis, 18 Juli 2013

Cekbebicek

Ini sudah lama mau diposting, tapi baru hari ini ada kesempatan untuk diposting. hehe,,,

Pagi ini terasa amat berbeda dari hari sebelumnya.
Kami langkahkan kaki, dengan tak biasa. Kami niatkan untuk menuju suatu Puskesmas.

Kondisi suami saya (red : Yanda) memang dalam kondisi yang kurang fit. Untuk itu kami memutuskan untuk berobat, dan sekalian cek kondisi saya.

Sesampainya di Puskesmas, saya antri untuk cek di bagian kebidanan.
Aneh rasanya karena 15 bulan masa pernikahan baru kali ini kami mendatangi bagian kebidanan, biasanya bagian umum (paling hanya batuk, pilek, pusing dan demam). Alhamdulillah atas segala kesehatan yang Allah berikan.

Diantara Ibu-Ibu muda yang perutnya membuncit lucu, cuma saya yang masih belum buncit tapi emang gemuk :s . Ingin rasanya seperti mereka. Ibu hamil itu seksi, ibu hamil itu selalu terlihat "tjantik" walau gak dandan.

Hampir 2 jam kami menunggu, kini giliran saya masuk ke ruangan. Konsultasi masalah yang sering saya rasakan, yaitu nyerinya perut bawah bagian kiri, dan belum adanya "datang bulan" yang biasanya rutin setiap bulan.

Sebelumnya saya sudah cek menggunakan testpack dan hasilnya masih sama seperti biasa. Masih 1 strip. Padahal ini sudah "telat" hampir satu setengah bulan. Yasudahlah ya, ndak apa-apa. Alhamdulillah Yanda pun tidak pernah menyudutkan saya dalam hal ini. "Memang belum waktunya Bun" itu yang sering iya katakan :D

Tapi berkaitan dengan sering terasa nyeri di perut kiri bagian bawah, kami masih penasaran. Oleh dokter pihak Puskesmas kami disarankan untuk USG. Dan kami diberi rujukan ke RSIA yang tak jauh dari puskesmas tersebut.

Saya sering membaca artikel tentang kehamilan dan segala macam penyakit yang sering dialami oleh perempuan seperti Myom atau Kista. Alhasil parno banget lah ya, karena sudah cukup lama kami menikah tapi malaikat kecil itu belum juga datang.

Yang paling terakhir saya coba, minum baby kurma. Kebetulan Ibu saya pergi Umroh, dan saya titip itu. Konon katanya itu berkhasiat untuk menyuburkan kandungan. Lillahita'ala,, ikhtiar saja :D

Karena penasaran apa yang terjadi dengan saya, kami mencoba rujukan dari Puskesmas tersebut untuk USG di RSIA. Tidak lama, kami pun tiba disana. Dan baru kali ini juga kami datang ke RSIA, agak cagung dan aneh, tapi kami niatkan dengan tujuan baik.

Pertama kali, kami daftar kemudian menunggu beberapa saat untuk dipanggil. Sekitar 45 menit kemudian, kami dipanggil ke dalam ruangan dokter.

Tahap awal saya diminta untuk test urine dan kemudian sama seperti sebelumnya hasilnya belum menunjukan hal yang positif.
Untuk rasa sakit yang sering saya alami, saya pun diUSG menggunakan alat yang dimasukan di daerah kewanitaan. Alhamdulillah menurut dokter, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari kondisi rahim saya. Tidak ada Myom maupun Kista di dalamnya.

D : Ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan, kondisi ibu baik-baik saja.
S : Tapi kenapa ya dok, saya sering merasakan nyeri di bagian bawah perut sebelah kiri?
D : itu paling hanya ototnya saja bu
S : Tapi tidak apa-apa dok? Kami sudah 15 bulan menikah.
D : tidak apa-apa. yang paling berpengaruh biasanya dari hormon atau stress berlebihan. Coba ditunggu sampai dengan 3 bulan, jika masih belum "datang bulan" dan dalam kondisi tidak hamil, ibu dan bapak silahkan datang lagi kesini. Nanti kita jadwalkan.


Ahh,, yasudah.. Lillahitaa'la

Minggu, 28 April 2013

Campur Tangan Tuhan Luar Biasa

 Ini hanya tulisan gak penting, saran saya mending gak usah dibaca :D nanti nyesel :p

Sedari kecil, saya diajarkan untuk selalu berbuat baik pada semua orang. Selalu diajarkan tentang kelapangan hati dan kebesaran jiwa untuk dapat menerima segala hal yang datang dan ditakdirkan untuk saya.

Sebegitu rela dan menerima apa yang harus terjadi pada diri saya sedikit banyak memang menimbulkan rasa tidak karuan. Tuhan punya kuasa, Tuhan punya ketentuan. Manusia hanya bisa berencana, Tuhan jua yang menentukan.

Segala yang terjadi pada saya, sudah pasti ketentuan dari Tuhan yang harus saya jalani. Banyak suka banyak duka,, luar biasa

Bahagia itu datangnya dari dalam sini *nunjuk dada*. Timbulnya dibantu dengan adanya orang disekitar. Lelah dan penat pun sudah memenuhi fikiran ini pastinya.

Bahagia itu saat sama kamu. Tanpa harus merasa terganggu dengan adanya dia, dia, atau mereka. Apalagi mencari masalah yang seharusnya tidak ada. Aneh kan? Toh masalah ndak usah dicari, pasti juga datang sendiri.

Kecewa ini banyak sekali, sudah diterima, tapi koq selalu mengganjal di hati. Terlalu banyak hal sepele yang dibiarkan larut begitu saja.

Sabtu, 20 April 2013

Museum Transportasi TMII

Yaaaappp.. Sabtu, 20 April 2013, lumayan senang untuk hari ini, melepas penat setelah agak sumpek dengan kegiatan akhir-akhir ini. Ya, hari ini bertepatan dengan HUT TMII yang ke-38. Pada tahu kan ya TMII itu dimana? Tidak begitu jauh dari rumah saya sih. Sebelumnya, saya tidak pernah tertarik untuk datang ke TMII pas hari jadinya, kebayang ramai dan macetnya. Tapi ada temen yang ajak dan kebetulan suami juga menawarkan saya (he'eh dadakan pisan) untuk kesana.

Dan betullah, sesampainya disana bingung mau kemana dan harus gimana, hingar bingar lautan manusia dan kendaraan yang antre untuk dapat lahan parkir dan jalan, kebayangkan gimana rasanya? Usaha untuk mencari teman yang ajak saya kesana pun gagal, selain ramai sekali, signal bbm pun agak susah hari ini. Akhirnya, saya dan Suami memutuskan untuk jalan berdua saja. Berasa kaya masih pacaran kan? :p

Awalnya Suami saya ingin mengunjungi museum PP IPTEK namun karena satu dan lain hal, hanya sampai parkiran dan kami bergegas untuk cari anjungan / museum lain.

Museum Transportasi. Waow, lumayan keren loh buat nambah referensi untuk yang hobby keliling museum. Nih, foto dari pintu gerbangnya :


courtesy by : http://www.tamanmini.com/museum/museum-transportasi-2

Fyi saja, selain isi museum yang keren, HTM nya juga murah koq. Biasanya untuk Tiket masuk harganya Rp. 2.000/orang, dan bagi yang ingin naik ke Pesawat Garuda Indonesia harganya + Rp. 3.000 saja per orang. Kebetulan hari ini hari jadinya TMII jadi saya dan suami hanya bayar Rp. 5.000 untuk 2 orang, itu pun sudah bisa naik dan lihat isi Pesawat Garuda.

Nih, sedikit iseng dari dalam pesawat :

Nah kalau ini mau jadi Pilot tapi gak kesampaian :p

Yang ini Pesawat tampak luar, maaf agak sedikit narsis dan eksis :p


 Ini kereta Klinik Presiden RI pertama loh, Ir. Soekarno :

kalau yang ini, Kereta Presiden RI pertama, Ir. Soekarno yang digunakan saat hijrah dari Jakarta ke Yogyakarta. 


 Sampai Taxi (Blue Bird) jadul pun dirawat dengan baik loh disini, masih mulus dan bersih. Nih :

Ini Damri Jaman dulu, keren ya

Nah yang ini, bikin kangen banget nih, Bis Tingkat, andai saja masih beroperasi, seru kali ya hehehe... 

 Yang ini Bus untuk tourist, jadul banget loh


 Nih kalau gak percaya, Bus Tourist yang digunakan di tahun 80an :
Dan ini DAMRI pertama kali digunakan di Indonesia. Masih ditarik sama sapi. Kebayang gak kalau hari gini masih pakai transportasi kaya gini? :p
 Ini becak antik, masih bagus kan (y)
 Ini motor juga motor lama banget

Masih banyak lagi sebenarnya. Masih ada transportasi udara dan laut, tapi ndak semuanya ke foto :p

Next lah yaw, kalau ada yang seru-seru saya share lagi. Berhubung sudah malam ikan bobo, mari kita istirahat. Bye...





Sabtu, 12 Januari 2013

Titip Rindu untuk Almarhum Bapak & Bapak Mertua

Ahhh.. Kangen banget sama Bapak-bapak ku..
Iya,, dalam setahun kemarin, saya dan suami kehilangan 2 orang Bapak yang kami cinta dan sayangi.
14 Agustus 2012, jadi hari yang paling tidak bisa dilupakan. Dan tidak disangka waktu itu akhirnya tiba. Setelah hampir 2bulan jatuh sakit, tepat hari Selasa pukul 8:30 Bapak saya menghembuskan nafas terakhirnya.

Yang paling membuat kami sedih adalah hari itu jatuh 5 hari sebelum Idul Fitri. Ternyata Allah lebih sayang Bapak. Yang membuat kami ikhlas dan pasrah ya karena tidak tega melihat kondisinya yang sakit seperti itu. Saat sakit, kondisinya tidak sadar penuh seperti kebanyakan orang. Kami mengalami kesulitan komunikasi. Perih rasanya melihatnya kesakitan, entah apa yang ia rasa, karena kami tidak bisa menangkap maksudnya. Yang Pasti ini jalan terbaik buat beliau. Yang tenang dan damai ya Pak di sisi Allah SWT. Kami (anak dan Istri) disini selalu mendoakan yang terbaik untuk mu. Semoga Allah memberikan kekuatan untuk Ibu, agar tetap bertahan disini.

Tanggal 21 November 2012, tepat seratus hari almarhum Bapak saya. 17 hari kemudian, ayahanda dari suami saya pun pergi untuk selamanya, tepatnya Sabtu, 8 Desember 2012.

Begitu pun Bapak mertua, yang semasa hidupnya penuh sabar dalam menghadapi rasa sakitnya bertahun - tahaun. Sudah tidak terhitung berapa kali keluar masuk rumah sakit dan dirawat untuk waktu yang lama karena penyakit jantungnya. Bapak luar biasa.

Pada awalnya, Jumat seminggu sebelum beliau meninggal pergi ke rumah sakit daerah Kenari hanya check up biasa. Hal itu memang dilakukan rutin setiap minggunya. Tapi setelah dicontrol oleh dokter, Bapak tidak diizinkan untuk pulang, tapi diharuskan untuk dirawat.

Lucunya, ada hal sama yang terjadi dengan keduanya sebelum mereka pergi untuk selamanya. Entah kebetulan atau memang sudah firasat mereka, Entahlah.. Sebelum jatuh sakit dan dirawat Sabtu, 5 Juni 2012, bapak saya beres-beres pakaiannya, seolah akan pergi jauh. Ia pun bergegas mencukur jenggot dan kumisnya yang mulai muncul tidak beraturan. Kemudian almarhum meminta untuk cukur rambut pada Ibu. Iya, beliau Ganteng banget, bersih. Ketika sepulang dari Mushola untuk sholat Subuh, kemudian ia berkata pada Ibu :
Almarhum : "Bu, bapak mau pergi ya.. Ibu jangan cari Bapak"
Ibu : "Ngomong apa sih Pak? jangan ngaco ahh.. emang Bapak mau kemana? masih pagi juga"
Almarhum : "Ya pokoknya bapak mah mau pergi ajah, paling di Mushola koq. Ibu jangan cari Bapak ya.. kalau di Mushola mau sholat, mau ibadah tuh tenang"
Dengan heran Ibu tidak ambil serius pembicaraan itu. Hal ini baru tersadarkan saat bapak sudah tidak sadarkan diri :'(

Begitupun Bapak mertua, sebelum diharuskan dirawat di RS beliau meminta suami saya untuk mengantarkannya ke tempat potong rambut langganannya. Iya, keduanya bersiap diri untuk menemui Yang Maha Kuasa, tanpa kita sadari itu sebagai firasat.

Ahh... rasanya masih banyak sekali impian kami yang belum tercapai untuk membahagiakan orang tua kami. Terutama untuk Bapak dan Bapak mertua. Keduanya orang luar biasa.

Sebagai ayah dari 3 orang anak dan seorang Suami untuk istrinya. Bapak adalah orang paling bertanggung jawab terhadap keluarganya. Walau hanya sebagai PNS dan kemudian sebagai pensiunan PNS Paspampres, tidak pernah ia mengeluh dalam mencari nafkah untuk menghidupi kami. Bapak gak pernah capek, paling gak bisa diam di rumah. Selalu ada saja yang dipegang, entah bongkar-bongkar keran air atau cuci baju sekalipun. Love u so much Dad... Miss u...

Tidak akan ada habisnya untuk cerita kenangan yang indah bersama keduanya. Bapak dan Bapak Mertua sungguh baik. Entah bagaimana jika saya dan suami kelak memiliki keturunan? Hanya anak- anak kami nanti yang tidak kenal almarhum Kakek-kakenya. :'(

Ya Allah, jaga mereka ya Allah.. Berikan tempat terindah disisi-Mu..

Always love u Dad,
Miss u so bad..

- yang tersayang, putri kecilmu -