Ini suamiku yang sedang sungkem dengan almarhum Bapakku, saat pernikahan kami 5 Februari 2012.
Tak lama berselang, hanya dalam jangka 6 bulan, kami harus merelakan kepergian Ayahanda tercinta tepat 14 Agustus 2012 (5 hari sebelum Idul Fitri). Allah sayang beliau. Dengan segala jerih payah alm. dalam melewati masa sakitnya, Allah mengangkat semua penyakitnya, dan semoga mengangkat pula derajatnya. Amin ya Rabbal Alamin.
Yang beskap hitam disebelahku, itu alm. Bapak mertuaku. Beliau juga orang hebat. Pensiunan TNI yang sangat luar biasa. Sayangnya, saya tidak terlalu lama kenal. Dan kebersamaan dengan beliau hanya kurang lebih 3 tahun sejak saya dan suami bertemu. Tidak lama sepeninggalan bapak saya, tepat 8 Desember 2012 alm. Bapak mertua pergi untuk selamanya. Tapi alm. pasti tahu, saya sayang beliau, walaupun kebersamaan kami tidak terlalu lama. Heee... kangen mijitin bapak, kangen ngobrol sama bapak. Kata suamiku, bapak senang kalau saya sedang menemaninya ngobrol sambil sesekali memijat kakinya. :))
Nah, laki-laki satu ini adalah sahabatku dimana menjadi tempat saya berbagi keluh kesah, sekaligus rivalku dalam berkompetisi apapun baik pekerjaan maupun argument :p tapi kami saling support layaknya kakak atau manja layaknya adik kecil, tapi dia itu suamiku :D apapun kondisinya, apapun bentuknya, saya sayang dan cinta dia :p . Pernikahan kami memang belum lama dan belum ada apa-apanya. Alhamdulillah, apapun keadaannya bisa kami jalani sama-sama. Support dan kejujuran paling utama :))
Ketiga laki-laki ini, adalah orang yang luar biasa buat saya. Bapak, Suami, dan Bapak Mertua :)) . orang yang selalu membuat saya merasa rindu :D Saya sayang mereka.
Kalian yang masih punya orang tua dan orang-orang tersayang, please... Jaga dan sayangi mereka.
Apapun kondisi dan sifatnya, terimalah dengan sebaik-baiknya. Cintai mereka selagi ada. Karena jika mereka tidak lagi dapat dijumpai secara fisik di dunia ini, mau kemana kita cari? Mendatangi pemakamannya dengan membawa sebucket bunga pun tidak bisa mengobati rasa rindu yang melanda.
Doa, iya cuma doa. itupun tidak mengurangi rasa rindu, hanya saja membuat sedikit tenang dan lapang. Karena yang mereka butuhkan hanya Doa dari anak soleh/a untuk menemaninya di alam sana.
Sesakit apapun yang dirasa saat mereka masih ada, lebih sakit lagi kalau mereka sudah tiada :))
Hanya sekedar berbagi saja sih. Jangan menyesal jika orang tersayang pergi sebelum kita bisa membahagiakan mereka.
Mau cuma ngobrol sama Batu Nisan?? :'((




.jpg)
