Senin, 17 Maret 2014

Yang katanya "Persahabatan Lebih dari sekedar Saudara!!!"

Ini kisah yang katanya tentang "Persahabatan".
"Persahabatan lebih dari sekedar saudara".
Apakah benar ada persahabatan lebih dari sekedar saudara?
Apakah benar kebersamaan mampu menjadikan satu sama lain seperti saudara?
Oh ya? Jangankan kebersamaan yang belum lama terjalin, Saudara sendiri saja bisa menjadi musuh.
Percaya adanya penganggapan sudah seperti saudara sendiri?

Sebut saja persahabatan ini terjalin oleh Tuan Tertekan, Tuan Paling Tersudutkan, Tuan yang Katanya menjadi Korban, Dan Tuan berkantung Tebal.
Wuooohh... Luar biasa...

Perkenalan keempatnya belumlah lama terjadi. Kemesraan dan kebersamaan mereka sangat dinikmati.
Yup, katanya sih mereka saling sayang, sudah seperti saudara sendiri :D
Kekonyolan, kelucuan, berbagi tawa, berbagi cerita serta ceria dilakukan setiap harinya.

Hal-hal aneh bin ajaib pun sering mereka alami. Seperti keusilan yang dilakukan oleh Tuan berkantung tebal. Kejahilan yang dilakukan satu sama lain. Tapi hal tersebut tidak menjadikan mereka saling membenci. Bahkan menjadi bahan tertawaan yang sangat menggelikan.

Waow.. Yess,, moment-moment seperti itu sangat membahagiakan memang. Sehingga kebersamaan itu membuat mereka merasa nyaman dan saling support. Ketika salah satu dari mereka sakit, ketika salah satu dari keluarga mereka dirawat di rumah sakit. Mereka saling bahu membahu untuk tetap bersama.

Sayang,, hal tersebut tidak bertahan lama. Dimana saat musibah menimpa mereka. Yup, musibah yang  mungkin diciptakan sendiri. Dan kemudian diaminkan oleh Tuhan dan semesta-Nya.

Awalnya, musibah ini mereka nikmati sendiri, tanpa sepengetahuan Tuan berkantung Tebal. Yup, mereka menciptakan segala kondisi dan yakin akan menyelesaikan masalahnya dengan baik dan tetap kompak bertiga.

Rupanya, hal yang tidak diinginkan terjadi. Entah bagaimana Tuan berkantung tebal mengetahui apa yang sedang dialami oleh Tuan Tertekan, Tuan Paling Tersudutkan, dan Tuan yang Katanya menjadi Korban. Duaarrrr... bagai petir yang menyambar disiang hari yang terik. Musibah semakin pelik dan sulit dipecahkan.

Tuan berkantung tebal yang merasa dikhianati merasa sangat marah dan emosi. Mulai dari titik inilah keegoisan satu sama lain mulai terlihat. Tuan paling tersudutkan, berusaha untuk menyelesaikan masalah bersama Tuan Tertekan. Tetapi dengan tidak berpikir secara logis dan panjang ke depan. Sang Tuan paling tersudutkan, merasa apa yang ia lakukan adalah hal yang benar.

Sementara Tuan Tertekan, berusaha untuk tetap bertanggung jawab dan tetap memberikan support untuk tuan paling tersudutkan. Entah dimanfaatkan atau disalahgunakan oleh si Tuan paling tersudutkan. si Tuan Tertekan, dengan sabar dan pasrah dalam menerima segala tekanan yang berasal dari Tuan paling tersudutkan dan dari segala arah. Semua kemampuannya sudah sangat terkuras dan membuatnya lelah.

Tuan yang katanya menjadi korban kemana???
Oh ya, Tuan hanya sebagai korban? Tuan hanya ikut-ikutan dari proses terjadinya masalah ini?
Tuan tidak ingat, Tuan paling duluan menikmati hasilnya? Tuan tidak ingat seberapa kerasnya Tuan menagih janji pada pelaku penyebab terjadinya masalah?

Tuan yang katanya menjadi korban kemana???
Berlindung dibalik kesibukan? Hai Tuan,,, dimana kesetiakawanan Anda?
Disaat berhasil, bukankah Anda yang paling pertama meminta bagian Anda?
Kenapa saat sahabat-sahabat Anda terpuruk dan sulit, Anda tidak ada bersama mereka?
Kenapa Anda tidak sedikitpun membantu dan support mereka?

Persahabatan? Ohhh... seperti ini yang namanya "Persahabatan".
Masih yakin punya Sahabat?

Rabu, 12 Maret 2014

Haiiii... Baby Gals..

Yeeeyy... setelah gak sabar mau control dan liat babyku, akhirnya 26 Februari 2014 kemarin saya dan suami melaju menuju RSIA daerah Jatiwaringin. Hayoooo,, cewek atau cowok yah? *tebak-tebakan dengan suami*

Lutju yaa.. fase kehidupan manusia selalu saja ada banyak pertanyaan.
Mulai dari fase pacaran, "Kapan nikah?", "Mana undangannya?".
Sudah nikah, "Sudah 'isi' atau belum?", "anak sudah berapa?"
Kemudian hamil, "sudah berapa bulan?", "baby nya cewek atau cowok?"

Alhamdulillah, sekarang Satu per satu pertanyaan bisa dijawab :D
"Lagi isi? sudah berapa bulan? Alhamdulillah iya, sudah 5 bulan :))"
"Babynya cewek atau cowok?" Alhamdulillah, insyaallah ...."

Heee... Dari awal saya hamil, banyak teman yang tebak-tebakan untuk baby yang ada dikandungan :D
Dominan mereka yang menebak Baby ku insyaallah berjenis kelamin perempuan :)) hanya beberapa yang menebak laki-laki :D

Setelah sampai di RS, saya daftar untuk bertemu Dr. Shanty. Sambil menunggu masuk ke ruangan Dr. Shanty saya dicek BB dan tensi darah. Alhamdulillah normal.

Tidak lama, kami dipanggil ke ruangan Dr. Shanty untuk konsultasi dan cek kondisi baby.
S : "Sore Dok" sambil berjabat tangan
D : "Sore, gimana ada keluhan ndak?"
S : "Alhamdulillah tidak Dok, hanya saja telat untuk control :D"
D : "Iya tidak apa-apa, tapi vitaminnya selalu diminum kan? Terakhir control awal Januari ya"
S : "Iya Bu, tapi ada vitamin penambah darah yang agak susah dicari di apotek luar"
D : "Oh iya, memang agak sulit, sudah cari ke apotek RS ini?"
S : "Kami belum cari kesini Bu"
D : "Oh yasudah, nanti saya resepkan"
      "yuk, kita lihat di monitor"

kemudian saya pun bergegas menuju tempat pembaringan untuk melihat si kecil. Ahh... kangen banget.. Belum pernah ketemu, belum pernah lihat kamu ini seperti apa? Tapi rasa rindu dan candu selalu mendera, gak sabar untuk selalu bisa intip setiap bulannya.

D : Alhamdulillah ya, semuanya dalam kondisi baik, jantungnya normal, berat badannya pun sesuai ya..
Mudah-mudahan semuanya normal dan sempurna ya. Wuahh.. ini perempuan ya bayinya, bisa dilihat ya, ini kedua kakinya, karena kalau laki-laki terlihat ada buah zakarnya di tengah-tengah sini, tapi ini ndak ada. Iya ini perempuan bayinya *sambil menunjuk dan menerangkan ke arah monitor USG*

Dalam hati saya berucap Alhamdulillah. Apapun jenis kelaminnya, puji syukur, terima kasih atas rezeki-Mu Ya Allah.

Haii Baby Galz.. Sehat terus ya Nak. Sampai bertemu diwaktu yang seharusnya ya sayang. We love you Cantik...

Selasa, 11 Maret 2014

Surat Kecil untuk Separuh hidupku :*

Beruntung punya orang-orang terdekat dan tersayang adalah hal yang tidak semua orang bisa dapatkan dan rasakan. Sejelek, sehina dan sesalah apapun perbuatan yang sudah dilakukan, saat itu pula orang tersayang bisa memaafkan.

Bodoh? Justru saya rasa memeluk orang terkasih disaat sedang rapuh-rapuhnya, disaat sedang jatuh dan terpuruknya adalah harga mati. Kalau bukan kita, siapa lagi yang bisa kasih support dan ejawantah untuknya?

Ada yang lebih membuat kita bahagia selain melihat orang tersayang bisa tertawa lepas? Gak ada.
Yup, melihat tawa-nya adalah barang mewah yang dapat membuat saya terhibur lebih dari cerita lucu atau kekonyolan apapun saat ini.

Ada yang lebih menyakitkan dari kebersamaan? Ada.
Saat berada pada satu tempat, tapi saling berpunggungan. Beruntungnya, kami masih saling berhadapan dan berpeluk erat.

Kehilangan barang kesayangan tidak sebanding dengan kehilangan orang yang disayang.
Kamu tahu rasanya?
Seluruh raga dan pikiran tidak akan cukup untuk menggenapkan dan mengobati rasanya.

Terima kasih Tuhan, telah mengirimkan kami segala musibah dan cobaan.
Dari sini kami banyak belajar, dari sini kami banyak berdoa.

Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kami terima. Sesulit apapun ini, kami tetap bertahan dan saling berpelukan erat. Sederas air mata yang tertumpah, disana kami tahu, kami sangat mencinta dan saling membutuhkan.

Sayang,, maaf.. aku tidak bisa membantu mu terlalu banyak dan terlalu jauh.
yang ku pikirkan, kondisi ini.. *usap perut* "Nanti kamu gimana?"

Sayang, semoga kau mengerti. Yang aku punya, ku khususkan untuk si kecil. Yang ku pertaruhkan semua untuk si kecil. Bukan semata-mata aku membiarkanmu sakit dan terluka sendiri memikirkan apa yang sedang menimpamu. Tapi kebutuhan si kecil nantinya jauh lebih penting.

Hanya semangat dan pelukan hangat yang bisa selalu aku berikan. Aku siap mengusap air matamu kapan saja. Lingkar tangan ini siap memelukmu hangat kapan saja kau butuhkan.

A : Aku kangen bercanda sama teman-teman Bun... :)) aku kangen kumpul bareng-bareng.
B : Iya sayang,, mereka pun pasti begitu.
A : Aku kangen sama alm. bapak. 2 hari yang lalu hari ulang tahunnya.
Tak sanggup ku untuk berkata-kata lagi. Sabar ya, pasti kita bisa lewatin semuanya sama-sama.

Kita team hebat. Kita team yang kuat. Ini bukan perkara kamu, bukan perkara aku. Tapi kita jalani semua sama-sama. Allah Maha Adil. Akan ada yang lebih baik yang Allah persiapkan untuk kita kelak. Entah kapan, entah lewat mana caranya. Amin.

Yess.. We can Yah.. Semangat... *Pelukkiss* from Bunda dan Gadis kecilmu :*
Aku tahu, Gadis kecilmu dirahimku pun tidak berhenti berdoa untukmu. Love yaa...