Beruntung punya orang-orang terdekat dan tersayang adalah hal yang tidak semua orang bisa dapatkan dan rasakan. Sejelek, sehina dan sesalah apapun perbuatan yang sudah dilakukan, saat itu pula orang tersayang bisa memaafkan.
Bodoh? Justru saya rasa memeluk orang terkasih disaat sedang rapuh-rapuhnya, disaat sedang jatuh dan terpuruknya adalah harga mati. Kalau bukan kita, siapa lagi yang bisa kasih support dan ejawantah untuknya?
Ada yang lebih membuat kita bahagia selain melihat orang tersayang bisa tertawa lepas? Gak ada.
Yup, melihat tawa-nya adalah barang mewah yang dapat membuat saya terhibur lebih dari cerita lucu atau kekonyolan apapun saat ini.
Ada yang lebih menyakitkan dari kebersamaan? Ada.
Saat berada pada satu tempat, tapi saling berpunggungan. Beruntungnya, kami masih saling berhadapan dan berpeluk erat.
Kehilangan barang kesayangan tidak sebanding dengan kehilangan orang yang disayang.
Kamu tahu rasanya?
Seluruh raga dan pikiran tidak akan cukup untuk menggenapkan dan mengobati rasanya.
Terima kasih Tuhan, telah mengirimkan kami segala musibah dan cobaan.
Dari sini kami banyak belajar, dari sini kami banyak berdoa.
Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kami terima. Sesulit apapun ini, kami tetap bertahan dan saling berpelukan erat. Sederas air mata yang tertumpah, disana kami tahu, kami sangat mencinta dan saling membutuhkan.
Sayang,, maaf.. aku tidak bisa membantu mu terlalu banyak dan terlalu jauh.
yang ku pikirkan, kondisi ini.. *usap perut* "Nanti kamu gimana?"
Sayang, semoga kau mengerti. Yang aku punya, ku khususkan untuk si kecil. Yang ku pertaruhkan semua untuk si kecil. Bukan semata-mata aku membiarkanmu sakit dan terluka sendiri memikirkan apa yang sedang menimpamu. Tapi kebutuhan si kecil nantinya jauh lebih penting.
Hanya semangat dan pelukan hangat yang bisa selalu aku berikan. Aku siap mengusap air matamu kapan saja. Lingkar tangan ini siap memelukmu hangat kapan saja kau butuhkan.
A : Aku kangen bercanda sama teman-teman Bun... :)) aku kangen kumpul bareng-bareng.
B : Iya sayang,, mereka pun pasti begitu.
A : Aku kangen sama alm. bapak. 2 hari yang lalu hari ulang tahunnya.
Tak sanggup ku untuk berkata-kata lagi. Sabar ya, pasti kita bisa lewatin semuanya sama-sama.
Kita team hebat. Kita team yang kuat. Ini bukan perkara kamu, bukan perkara aku. Tapi kita jalani semua sama-sama. Allah Maha Adil. Akan ada yang lebih baik yang Allah persiapkan untuk kita kelak. Entah kapan, entah lewat mana caranya. Amin.
Yess.. We can Yah.. Semangat... *Pelukkiss* from Bunda dan Gadis kecilmu :*
Aku tahu, Gadis kecilmu dirahimku pun tidak berhenti berdoa untukmu. Love yaa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar