Ini kisah yang katanya tentang "Persahabatan".
"Persahabatan lebih dari sekedar saudara".
Apakah benar ada persahabatan lebih dari sekedar saudara?
Apakah benar kebersamaan mampu menjadikan satu sama lain seperti saudara?
Oh ya? Jangankan kebersamaan yang belum lama terjalin, Saudara sendiri saja bisa menjadi musuh.
Percaya adanya penganggapan sudah seperti saudara sendiri?
Sebut saja persahabatan ini terjalin oleh Tuan Tertekan, Tuan Paling Tersudutkan, Tuan yang Katanya menjadi Korban, Dan Tuan berkantung Tebal.
Wuooohh... Luar biasa...
Perkenalan keempatnya belumlah lama terjadi. Kemesraan dan kebersamaan mereka sangat dinikmati.
Yup, katanya sih mereka saling sayang, sudah seperti saudara sendiri :D
Kekonyolan, kelucuan, berbagi tawa, berbagi cerita serta ceria dilakukan setiap harinya.
Hal-hal aneh bin ajaib pun sering mereka alami. Seperti keusilan yang dilakukan oleh Tuan berkantung tebal. Kejahilan yang dilakukan satu sama lain. Tapi hal tersebut tidak menjadikan mereka saling membenci. Bahkan menjadi bahan tertawaan yang sangat menggelikan.
Waow.. Yess,, moment-moment seperti itu sangat membahagiakan memang. Sehingga kebersamaan itu membuat mereka merasa nyaman dan saling support. Ketika salah satu dari mereka sakit, ketika salah satu dari keluarga mereka dirawat di rumah sakit. Mereka saling bahu membahu untuk tetap bersama.
Sayang,, hal tersebut tidak bertahan lama. Dimana saat musibah menimpa mereka. Yup, musibah yang mungkin diciptakan sendiri. Dan kemudian diaminkan oleh Tuhan dan semesta-Nya.
Awalnya, musibah ini mereka nikmati sendiri, tanpa sepengetahuan Tuan berkantung Tebal. Yup, mereka menciptakan segala kondisi dan yakin akan menyelesaikan masalahnya dengan baik dan tetap kompak bertiga.
Rupanya, hal yang tidak diinginkan terjadi. Entah bagaimana Tuan berkantung tebal mengetahui apa yang sedang dialami oleh Tuan Tertekan, Tuan Paling Tersudutkan, dan Tuan yang Katanya menjadi Korban. Duaarrrr... bagai petir yang menyambar disiang hari yang terik. Musibah semakin pelik dan sulit dipecahkan.
Tuan berkantung tebal yang merasa dikhianati merasa sangat marah dan emosi. Mulai dari titik inilah keegoisan satu sama lain mulai terlihat. Tuan paling tersudutkan, berusaha untuk menyelesaikan masalah bersama Tuan Tertekan. Tetapi dengan tidak berpikir secara logis dan panjang ke depan. Sang Tuan paling tersudutkan, merasa apa yang ia lakukan adalah hal yang benar.
Sementara Tuan Tertekan, berusaha untuk tetap bertanggung jawab dan tetap memberikan support untuk tuan paling tersudutkan. Entah dimanfaatkan atau disalahgunakan oleh si Tuan paling tersudutkan. si Tuan Tertekan, dengan sabar dan pasrah dalam menerima segala tekanan yang berasal dari Tuan paling tersudutkan dan dari segala arah. Semua kemampuannya sudah sangat terkuras dan membuatnya lelah.
Tuan yang katanya menjadi korban kemana???
Oh ya, Tuan hanya sebagai korban? Tuan hanya ikut-ikutan dari proses terjadinya masalah ini?
Tuan tidak ingat, Tuan paling duluan menikmati hasilnya? Tuan tidak ingat seberapa kerasnya Tuan menagih janji pada pelaku penyebab terjadinya masalah?
Tuan yang katanya menjadi korban kemana???
Berlindung dibalik kesibukan? Hai Tuan,,, dimana kesetiakawanan Anda?
Disaat berhasil, bukankah Anda yang paling pertama meminta bagian Anda?
Kenapa saat sahabat-sahabat Anda terpuruk dan sulit, Anda tidak ada bersama mereka?
Kenapa Anda tidak sedikitpun membantu dan support mereka?
Persahabatan? Ohhh... seperti ini yang namanya "Persahabatan".
Masih yakin punya Sahabat?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar