Senin, 18 September 2017

Jangan Biarkan Semua Hal Terpendam

Wuah,,, sudah 2 tahun gak posting di blog lagi... tiup-tip biar gak debu dan usang :)

Guys, apa yang penting dalam hidup kalian? Keluarga, Pasangan, ekonomi dll? jangan lupa ada yg penting selain itu semua, Kesehatan... iya kesehatan...

Setelah beberapa minggu mengalami hal-hal yang tidak mengenakan, baru saya sadar ternyata Kesehatan itu penting, kesehatan jasmani dan bathin itu amat penting guys. Sekuat dan sehebat apapun kalian, tidak akan bisa berbuat apa-apa kalau sakit.

Saya adalah orang yang terhitung jarang sakit. kalau pun sakit gak lebih dari 2 - 3 hari. Yang saya pikir, saya adalah perempuan tangguh dan mampu melewati apapun dengan pasrah dan terima apadanya. Tapi ternyata perempuan ini tidaklah setegar karang, sekuat baja dan sehebat Xena... ahhh, saya ini cuma seorang perempuan, ibu lemah yang gak berdaya ngejalanin semua hal yang tidak sejalan dengan hati.

Kenapa? 3 minggu sebelumnya saya demam, meriang, urat leher sakit, dan semua otot terasa tegang. Setelah berobat, sakit di leher tak kunjung ringan yang ada malah jadi radang. Kemudian saya berobat lagi, namun setelah radang hilang malah badan, pipi dan kaki terasa bengkak. Sempat seminggu nafas terasa sesak. Ini janggal menurut saya. Walaupun saya terhitung gemuk, tapi yang saya rasa ini bengkak (tidak sehat) bukan gemuk.

Jumat, 8 September 2017 seharian di kantor sakit kepala gak hilang-hilang. Saya ini jarang sakit, kalaupun sakit dengan paracetamol juga sudah enakan, tapi tidak ampuh di hari itu. Setengah enam sore saya kabarkan kondisi saya ke suami, sakit kepala bukan main seperti ditusuk-tusuk dan gak bisa berbuat apa-apa. minta untuk dijemput pulang, karena gak kuat kalau harus berkendara lagi.

Senin pagi, dengan kondisi aneh dan rasa penasaran apa yang terjadi pada tubuh saya, ditemani 2 bocil dan mama mertua, bergegas ke puskesmas. Konsultasi dengan dokter, menyampaikan apa yang saya rasa. Cek tensi darah dengan alat digital, kemudian bu Dokter mencari alat tensi manual dan kemudian saya di tensi lagi.
D : Duh, kamu saya rujuk yaa...
S : Emang kenapa Dok?
D : Saya sih kurang tahu kamu kenapa, tapi kalau lihat dari kondisi kaki dan ciri-ciri yang kamu sebutin mengarah untuk ke Jantung, saya gak tau itu dari katup jantung nya atau apanya. makanya saya sarankan kamu ke RS untuk ke Poli Jantung ya. Tensi kamu 160/100 loh... sampai saya cek pakai 2 alat, saya kira ini (menunjuk ke alat tensi digital) salah ternyata hasilnya sama.
S : Ohh.. iya Dok (dengan wajah datar dan gak tau harus gimana)

Sore harinya, ditemani lagi mama mertua, kami berangkat menuju RS. Haji Jkt. Setelah sampai di RS, saya daftarkan diri dan kemudian tunggu giliran untuk ketemu dengan dokter SP. Jantung nya.
Jam setengah enam sore nama saya dipanggil, kemudian perawat meminta saya untuk tiduran dan kemudian Cek EKG, (pasang alat rekam jantung). Dok, sudah dok, info perawat ke Dokter.

Dokter datang, kemudian cek tensi darah dan tanya apa saja yang saya rasa. Setelah selesai, kami berbincang dan konsultasi.
D SP,J : Kamu kenapa? masih muda loh... umur mu berapa?
S : 28th Dok
D SP, J : Nah,, baru 28th. masih muda. ada apa? ada apa?
S: (sambil tersenyum malu) hehehe.. emang kenapa Dok?
D SP, J : Iya loh, tensi mu ini tinggi banget loh untuk seusiamu.
S : Berapa Dok?
D SP, J : 160/90 terakhir tensi kapan?
S : tadi Pagi Dok di puskesmas 160/100 makanya saya disarankan untuk ke Poli Jantung.
D SP, J : Pernah ada riwayat sakit apa?
S : Gak ada Dok, tensi biasanya selalu normal, hitungannya saya jarang sakit dok, baru kali ini seperti ini.
D SP, J : Ada keluarga yang riwayat darah tinggi?
S : Ada Dok, Bapak saya.
D SP, J : Masih ada Bapaknya?
S : Sudah meninggal Dok, 5th yang lalu.
D SP, J : ohh... iya, iya.. Kamu berapa bersaudara? Kamu anak keberapa?
S : 3 bersaudara Dok, saya bontot.
D SP, J : Iya, gak apa-apa. tenang saja ya. Saya resepkan obat untuk 4 hari ya, nanti Jumat ketemu saya lagi, sekalian paginya cek darah dulu tapi sebelumnya puasa ya.

Dengan sigap dan ramah Dokter menenangkan saya.

Kini Jumat pagi pun tiba. Ditemani Suami dan si gembil Chacha ke RS untuk ambil darah. setelah selesai kami pun pulang ke rumah. Sementara menunggu jam praktik dokter sore harinya.

Jumat sore, sesampainya di RS, saya ambil hasil darah tadi pagi dan kemudian daftar di bagian pendaftaran. Sambil tunggu antrian konsul dokter, kami berasa nobar di depan Poli. Iya, di depan ruangan konsultasi terpasang tivi dengan tayangan bola :D

Tidak lama kemudian nama saya dipanggil oleh perawat dan bertemu dengan dokter ramah yang selalu terlihat segar dan baik. Sambil berbaring dan cek tensi darah,
dr. SP, J : Gimana? gimana? apa yang dirasa?
S : Nafas sudah enakan dok, kaki juga sudah gak terlalu bengkak.
dr. SP, J : Oh... iya,, ini juga hasil darahnya juga bagus kok (sambil melihat secarik kertas berisikan hasil test darah tadi pagi) gada yang perlu dikhawatirkan, cuma leukositnya aja agak tinggi, ada batuknya ya? dari kapan?
S : Iya dok, dari hari Senin lalu, waktu saya kesini.
dr. SP, J : Oh iya, leukosit tinggi karena ada infeksi. nanti saya resepkan obat batuknya juga yaa. Ini tensinya juga sudah mulai turun sih, tapi untuk seusia kamu masih tinggi banget ini, 140. Dijaga yaa jangan sampai naik lagi.
S : Iya Dok, normalnya harusnya berapa dok?
dr. SP, J : Iya 110 lah itu sudah normal. jarang-jarang loh usia 28th tensi nya tinggi begini. Biasanya darah tinggi itu kebanyakan di atas 30th. sayang sekali loh, kamu masih muda.
S : Itu kenapa Dok faktornya?
dr SP, J : Iya faktor dari orang tua ada mempengaruhi sih. Jangan makan yang asin-asin, telur asin, ikan asin itu jangan dulu ya. selebihnya sih gada pantangan apa-apa. Dijaga asupan kalori nya ya.. jangan banyak-banyak makan kue yang manis-manis itu, kalau bisa ganti dengan buah.
S : Iya Dok, siap.
dr. SP,J : Ini dosisnya sudah mulai saya turunin ya, dijaga kondisinya, saya kasih obat untuk 2minggu ya, nanti 2 minggu lagi kesini lagi, saya belum berani kasih obat untuk 1 bulan karena kamu masih harus dipantau, belum bisa saya lepas langsung sebulan. dijaga jangan sampai obatnya dosis nya naik lagi. pokoknya harus turun ya,,,
S : (sambil senyum) Iya Dok, heee...

Dengan rasa sedikit lega, karena hasil darah yang menunjukkan kondisi saya baik-baik saja, kami bergegas kembali pulang bertemu anak-anak.

Sambil saya menulis postingan ini, saya penasaran apa itu darah tinggi / hipertensi. Dan ternyata Hipertesnsi / darah tinggi itu dikenal sebagai "pembunuh diam-diam" karena jarang memiliki gejala yang jelas, dan satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan mengukur tekanan darah. Dan hipertensi termasuk sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Waoooww... be nice yaa... Semoga ke depannya lebih baik.

Dari masukan beberapa teman dan kerabat, salah satu faktor penyebab darah tinggi adalah banyak fikiran dan kurang tidur. Banyak fikiran? mikirin apa sih bu Cuz? hehehehe...

Ada teman yang berpesan :
Sayangilah diri sendiri dulu.. karena kalau diri sendiri sakit tidak berguna buat yang lain.. yang sakit kita.. yang capek kita.. yang ngerasain kita sendiri.. kasihan anak-anak
Ayoo... semangat.. jangan banyak pikiran
kalau ada masalah dijalanin aja.. ntar juga lewat
Ma Caca masih muda.. nikmatin hidup aja

Kalau saya telaah lebih dalam bisa jadi memang pola hidup saya yang gak baik dan KERESAHAN, KEINGINAN ditambah EMOSI yang sudah puncak yang gak kuat lagi saya tahan.

Dari beberapa keresahan, saya ingin jalan keluar terbaik menurut saya, hanya saja banyak kondisi yang tidak mendukung dan memungkinkan. Selama ini harus menjadi beban saya dan selalu terpikirkan karena gemes gak bisa tercapai. Ketika kedua hal ini lama terpendam dan tidak membuahkan hasil apa-apa atas keinginan saya, meledaklah semua karena tambahan emosi-emosi terpendam memicu ini semua.

Kalau sudah begini lantas siapa yang mau disalahkan?
Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa, hanya saja mungkin saya harus banyak lagi belajar bersabar, ikhlas dan mudah memaafkan orang lain.

Ketika sudah berbagi cerita tentang keresahan, keinginan dan emosi, tapi tidak semua orang bisa mengerti apa yang kita rasakan, hanya bisa menasihati sabar yaa bun, disitu saya merasa lebih terpuruk.

Jangan biarkan apa yang kamu pikirkan kamu pendam. Walaupun orang lain tidak merasakan apa yang kita rasakan, setidaknya janganlah kita bebankan dalam hidup.

Mohon doanya...
Semoga perempuan ini tetap tangguh dan sabar dalam segala hal
Semoga perempuan ini tetap kuat dalam menghadapi segala macam tempaan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar