Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat hari ibu untuk semua Momi, terkhusus untuk Ibuku. Maaf atas segala yang tak terucap, Bu... Terima kasih atas didikan dan pembelajaran yang kau ajarkan untukku, semua teraplikasi di hidupku sekarang, Bu 😂😁
Yup, tepat di hari Ibu, semangat untuk menjalani hidup yang lebih baik muncul begitu saja dari dalam diri ini. Dengan niat tulus dan ikhlas demi terwujudnya tujuan tersebut terutama untuk anak, kulangkahkan kaki ini menuju toko plastik dan bahan kue. Sampai di toko tersebut, ternyata tutup. Dengan pantang menyerah, ditemani anak dan sijabang bayi di rahimku, kami berjalan sembarang tanpa tujuan hingga kami sampai disuatu pusat perbelanjaan. Iya, hanya menggunakan kaos lusuh dan celana pendek (sungguh malu hati ini) karena kami tidak berniat berjalan jauh sampai kesana. Seketika rasa malu tertutupi oleh semangatku yang menggebu.
Aku ingin tetap bertahan. Aku ingin tunjukan pada sekelilingku, keluarga kecil kami mampu menjalani kehidupan yang sulit ini. Sempat terbesit untuk menyerah, namun kami yakin ini semua akan terlewati.
Kehidupanku tak seindah yang terlihat oleh orang lain. Ada masa, dimana kami putus asa dan akan menyerah untuk kembali tinggal bersama orang tua. Tapi kuyakinkan hati ini dan suamiku, kita berhak hidup layak dan anak-anak kita harus mendapatkan yang terbaik, bukan sia-sia begitu saja. "Kalau kamu nyerah, gimana aku dan anakmu?"
Banyak pertanyaan yang berkutat di fikiran. Kenapa? Harus gimana?
Dengan secuil "bekal" dan niat yang sungguh-sungguh, bismillahirrahmannirrahim...
perjuanganku baru dimulai,,
Kini aku usaha kecil-kecilan dengan berdagang agar-agar, puding, cheesecake lumer, pulsa, dan semoga bertambah lagi yang lain.
Tarrrrraaaaaa.....
Saat postingan ini dibuat, aku sedang masak untuk jualan esok hari. Kurelakan waktu istirahatku berkurang, kurelakan tenagaku terkuras lebih dari biasanya. Iya semua untuk kehidupan yang lebih baik.
Setelah ku fikir dan telaah lebih dalam, semua ini tidak akan terjadi kalau aku tidak pernah tahu bagaimana cara masak dan berjualan. Semua ku jadikan contoh yang kupetik dari pengalaman ibuku.
Iya, ibuku wanita hebat.
Iya, ibuku wonder woman.
Panutanku dalam mengarungi kehidupan ini.
Terima kasih, Bu. I love you 💋💋
Tak lupa kutitipkan salam untuk suamiku, selamat Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal a.k.a selamat hari pernikahan.
Hidup kita tidak berakhir disini, Yah. Masalah seberat apapun mari kita lalui sama-sama. Ini titik balik. Kembali dan berlindung pada orang tua bukan jadi jalan keluar. Perjuangan hidup kita dimulai darisini. Semangat 🙋🙋🙋👊👊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar