Jumat, 26 Desember 2014

Terima Kasih BPJS

Sudah ikut keanggotaan BPJS Kesehatan? Yuk, buruan daftar dan rasakan manfaatnya.
Saya menulis postingan ini bukan berbayar loh ya, tapi memang sekedar share karena saya telah merasakan kegunaannya. Iya, berguna sekali.

Jadi begini, tanggal 15 November 2014 lalu, saya baru mendaftarkan keluarga kecil saya untuk keanggotaan BPJS Kesehatan. Sebenarnya sudah lama kami ingin mendaftarkannya, bahkan jauh sebelum anak kami lahir :D hanya saja kendala kami adalah Kartu Keluarga (KK) kami yang urung terselesaikan dari 6 bulan kehamilan saya sampai anak kami berusia hampir 5 bulan :p . Nah ketika KK kami 'jadi' bergegaslah saya daftarkan Suami, saya dan Alisha (anak kami).

Awalnya, ketertarikan saya untuk daftar BPJS ini adalah atas referensi tweet dari @supermomo . Saat itu beliau share pengalamannya merasakan manfaat BPJS ini dalam proses kelahiran anaknya :D . Waoww... sejak itulah kami bertekad akan keikutsertaan BPJS ini.

Susah? Ndak kok. Kita tak perlu bersusah payah antre dan pergi ke kantor BPJS setempat, bisa daftar on line. Ikuti saja petunjuk yang ada. Nanti kita daftar, isi formulir on line, setelah itu dapat konfirmasi aktivasi berupa nomor virtual account melalui alamat email yang kita daftarkan. Nah, nomor Virtual account ini adalah untuk nomor rekening setoran (pembayaran) masing-masing orang yang harus dibayarkan sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Untuk pilihan kelas perawatan masing-masing beda biayanya. Untuk Kelas I Rp. 59.500 Kelas II Rp. 42.500 Kelas III Rp. 25.500. Setelah itu kita diminta melakukan pembayaran 1x24jam. Setelah pembayaran berhasil, kita cek kembali email aktivasi sebelumnya, ada link untuk kartu keanggotaan BPJS/e-ID. Untuk dapat digunakan, kita dapat print sendiri e-ID nya dan tidak perlu menukarkan kartu yang asli. Nah, setelah pendaftaran ini BPJS baru bisa digunakan 7 hari kemudian ya. Makanya slogan BPJS sekarang, "Daftar selagi Sehat" :D
ini contoh e-ID nya :


Tanggal 22 November 2014, akhirnya BPJS kami sudah bisa digunakan.
Kebetulan suami saya sudah lama mengeluhkan sakitnya (Sinusitis). Ia pun bergegas ke Klinik (Faskes I) kami untuk berobat. Dari sana, suami saya dirujuk untuk konsultasi langsung dengan dokter THT di Rs. Haji Jakarta Timur.

Hari pertama control di Rumah sakit, kami tiba sekitar pukul 07:00, dan bergegas ke bagian pendaftaran. Disana kami dikenakan biaya Rp. 12.500 untuk mendapatkan kartu berobat. Selebihnya? Jangan khawatir, dengan BPJS kami sama sekali tidak dikenakan biaya \('o')/ .

Sampailah kami di antrean counter BPJS. Sekedar info tambahan, untuk berobat jalan kita harus melampirkan Fotokopi BPJS, Fotokopi KTP, Fotokopi surat rujukan dari Faskes I, Fotokopi KK (jika diperlukan). Kalau rawat inap yang harus kita lampirkan adalah Fotokopi BPJS, Fotokopi KTP, Fotokopi surat rujukan dari Faskes I, Fotokopi KK, surat rujukan untuk rawat inap dari dokter poli masing-masing 3 lembar.

Sekitar pukul 09:00 kami mendapatkan antrean poli THT dengan membawa berkas dari BPJS. Antre lama di conter BPJS? ya memang, karena banyak sekali yang berobat menggunakan BPJS. ya gak apalah kita antre, toh mendapatkan fasilitas konsultasi dokter dan obat 'gratis' kok.

Akhirnya kami bertemu dengan dr. Jamal. Setelah suami saya menjelaskan keluhannya, dr. Jamal menyarankan untuk melakukan rontgen. "Jangan khawatir, ditanggung BPJS kok" kata dr. Jamal :D Alhamdulillah tenang :))) lumayan, tercover Rp. 165.000 (tanggungan pertama). Setelah lihat hasil rontgen, dr. Jamal menjelaskan kepada kami cara membacanya. Dan saat itupun suami disarankan untuk segera melakukan operasi kecil. Dan untuk persiapannya kami diminta cek darah dan mencari ruang rawat inap. sebelumnya untuk cek darah, dokter bilang untuk hasil cepat, sebaiknya jangan menggunakan BPJS, bayar saja, takutnya hasilnya baru keluar seminggu kemudian. Setelah suami mendaftarkan namanya di lab, ia malah mendapatkan kwitansi yang harus dicap BPJS dan hanya diminta menunggu 45 menit untuk hasil test darahnya. Alhamdulillah kemudahan kedua di hari pertama.

persiapan kedua adalah mencari ruang perawatan pasca operasi. Untuk yang ini, kami menunggu konfirmasi dari Rs lumayan lama. Dari pihak Rs tidak bisa menjanjikan kapan tersedianya kamar rawat inap. Kebetulan layanan BPJS yang Kami daftarkan adalah kelas 1, dan untuk mendapatkan ruang rawat inap yang sesuai dengan BPJS Kami, bisa waiting list sampai 1bulan. Akhirnya kami memutuskan untuk menerima fleksibel kelas dan tak harus menunggu lama.

Selama menunggu konfirmasi ketersediaan ruang rawat inap, suami saya juga masih harus bulak-balik Rs untuk konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis anestesi. Tanggal 12 Desember 2014, akhirnya suami mendapat kabar untuk melakukan operasi tanggal 13 Desember 2014 pagi. Alhamdulilah.

Yap, hari H nya tiba. Pukul 06:00 kami sudah sampai di Rs dan siap operasi. Jam 08:00 suami dipanggil untuk ganti pakaian operasi dan saya menemaninya agar ia tidak tegang dan panik. Padahal sih, saya jauh lebih panik dan tegang kayaknya, sok kuat dan tegar ajah sih di depan suami :)) tidak lama kemudian jam 9 ia ditarik ke dalam ruang operasi. bismillah.

Sampai dengan hampir jam 11 siang, akhirnya suami keluar dari ruang operasi dengan kondisi alhamdulillah sadar tapi masih ngantuk berat dan tertidur pulas. Operasi berjalan lancar. Alhamdulilah.

sekitar jam 1 siang kami pindah ke ruang perawatan kelas 2 (turun kelas yang seharusnya kelas 1)setelah sebelumnya kami ada di ruang pemulihan pasca operasi. Karena suami operasi hari Sabtu, jadi baru diperbolehkan pulang hari senin karena prosedur Rs pasien baru diperbolehkan pulang di hari dan jam kerja.

Senin siang, sekitar pukul 11, kami turun ke ruangan dokter jamal untuk periksa hasil operasi dan melepas tampon yang ada di hidung suami. Alhamdulillah sudah diperbolehkan pulang. Dan ada beberapa obat yang harus dibeli karena tidak tercover oleh BPJS (yang ini lumayan harganya) :))

Sebelum pulang, saya urus segala administrasinya dengan agak sedikit cemas, takut-takut kami dikenakan biaya banyak tak terduga. Ternyata Alhamdulillah, dari keseluruhan biaya operasi, ruang perawatan, obat dan infus selama perawatan yang totalnya hampir lima juta rupiah tercover oleh BPJS dan kami hanya membayar Rp. 104.000.

Alhamdulillah.. Gak rugi lah setiap bulan sisihkan uang Rp. 59.500/orang. Buat jaga-jaga kalau keluarga tersayang sakit dan kita pun lagi gak punya duit, kebantu banget. Bener deh... 

Gitu ajah sih, semoga postingan ini bermanfaat yaa.

Yuk, buruan daftar... Terima kasih BPJS :))

Jumat, 08 Agustus 2014

Wellcome to The World "Alisha Disi Farhana"

Minggu, 22 Juni 2014 menjadi hari yang tidak dapat dilupakan.
Yess, quality time sama Suami dan adik bayi yang masih dalam kandungan usia 39 minggu 2 hari.
Tinggal tunggu launchingnya ajah nih. hehehe...

Yup, entah kenapa hari itu sangat menyenangkan, seharian  full suami menemani dan nyenengin banget sih.
Mulai dari pagi-pagi saya iseng kepengen makan bubur sumsum dan steak, tapi tidak kesampaian, yang ada sarapannya melipir ke restoran pizza :9 hihihi...

Setelah kekenyangan sarapan pizza, cuss saja langsung ke tempat mama mertua, kebetulan hampir sebulan tidak berkunjung dan bertemu saudara-saudara disana. Seharian disana, sambil menunggu suami yang sedang ziarah ke makam almarhum bapak mertua. Kebetulan hari itu adalah seminggu menjelang bulan Ramadhan, dimana tradisi orang Indonesia yang selalu selalu ziarah ke makam sebelum puasa dimulai.

Setelah lelah seharian keluar rumah, akhirnya saya memutuskan untuk istirahat. Tapi, bukannya istirahat, sekitar pukul 19:30 WIB, saya merasakan hal yang aneh. Bulak-balik ke kamar mandi, buang air kecil yang tidak biasa. Seketika firasat akan melahirkan pun muncul, iya, ini air ketuban, bukan urine biasa.

Dengan mengabarkan kepada suami, dan mengajak ke klinik tempat biasa control si "dedek" akhirnya pukul 23:00 kami sampai di tempat tujuan. Bertemu dengan bidan jaga dan sedikit konsultasi megenai keluhan. Setelah itu saya diperiksa dan ternyata sudah masuk pembukaan 3.
Bidan Jaga : "Ini sudah pembukaan 3, jangan pulang ya, nginap disini saja, sudah bawa perlengkapannya kan?"
saya : "Iya bu, sudah bawa"
Bidan Jaga : "yasudah, tiduran saja disana (sambil menunjuk tempat tidur) miring ke kiri ya bu."
Saya : "Baik Bu"

Selama observasi, tidak banyak yang saya lakukan, hanya tiduran miring ke kiri dan sesekali memainkan handphone. Rasa hati yang deg-degan dan rasa mulas yang kadang terasa dan kadang tidak, datang silih berganti pun menemani malam itu :D. Semakin jam menunjukan dini hari, semakin terasa pula mulasnya.

Setelah azan Subuh berkumandang, tidak lama Bidan yang biasa menangani saya selama control kandungan pun datang. Beliau periksa ternyata masuk pembukaan 4.
Bidan : "Ini masuk pembukaan 4 ya"
Saya : "oh, iya bu"
Bidan : "Kita pindah ke ruang bersalin yuk"
Saya : "iya bu"
kami pun berjalan sambil berbincang, menuju ruang bersalin.
Bidan : "ini ruang bersalinnya, silahkan tiduran disini, sebentar saya ambil infusan ya, biar mulasnya cepat terasa"
tidak lama kemudian rasa mulas semakin cepat terasa intensitasnya. Sekitar pukul 07:00 sudah pembukaan 7.

Subhanallah, dengan segala prosesnya dan segala rasanya, semua terasa amat luar biasa.
Senin, 23 Juni 2014 Sekitar pukul 08:16 terdengar suara tangisan bayi. Alhamdulillah, akhirnya...
Yang kami tunggu-tunggu selama ini sudah lahir. Dengan jenis kelamin perempuan, berat badan 3,9kg dan panjang 48cm, anak kami lahir selamat dan sehat Walafiat. Bayi perempuan ini kami beri nama Alisha Disi Farhana yang artinya :
Alisha : Jujur, Mulia
Disi : Iswahyudi dan Susi (penggabungan nama ayah dan bunda nya :D yang sedikit narsis)
Farhana : Bahagia
Dengan nama ini kami berharap yang terbaik untuknya.
Alisha Disi Farhana : Anak perempuan Yudi dan Susi yang Jujur, Mulia dan Bahagia. Aamiin.

Ini dia penampakan dari Alisha :D



Ini usia Alisha kurang lebih 1 minggu

Kalau ini usia Alisha sebulan lebih loh :
akkkk... manis banget kan gayanya :*
 Masih bayi sudah banyak gaya :D suka-suka Alisha saja :*



Oiya, dari lahir rambut Alisha tebal, hitam dan gondrong loh, gak percaya? nih lihat saja :p
Maklum saja, di dalam rahim bunda nggak ada Salon :p
Setiap ketemu orang, pertama yang dikatakan adalah "Ya, ampun.. rambutnya tebel banget, kok bisa begitu sih? lagi hamil makan apa emang?" selalu seperti itu :D
Dan dari kebanyakan orang bilang rambutnya jangan dipotong (digundulin), sayang bagus banget.
Ya tapi gimana? Sebagai muslim, sudah sepatutnya dipotong dan ditimbang rambutnya.

Alisha hari ini, sebelum berangkat ke klinik untuk imunisasi loh :p

hari ini Alisha sudah berusia 47 hari :D
Alhamdulillah pintar dan sehat beratnya sudah 4,4kg
Suntik Imunisasi (BCG) pun nangis tapi tidak seperti bayi lain yang jejeritan :D
Nangis sebentar dan saat diberi tetesan Polio langsung diam \(^o^)/

Alhamdulillah, penuh syukur selalu kami haturkan kepada Allah SWT, karunianya amat, sangat luar biasa.
Wellcome to the world Alisha, semoga jadi anak yang solehah, baik, pintar, cantik, dan berguna bagi agama dan negara Aamiin...

Selamat datang Nak, selamat bertumbuh bersama ayah, bunda dan keluarga.

Kecup sayang
from bunda :*



Rabu, 28 Mei 2014

Aku Sakit

Entah ini yang keberapa kali. Tapi yang pasti aku sakit. Sakit untuk yang kesekian kali.
Entah kamu ini terlalu baik terhadap orang lain atau memang karaktermu yang genit?
Harusnya aku tahu, harusnya aku kenal dirimu, kita bersama bukan dalam waktu sehari - dua hari.
Hampir 5 tahun kita bersama, seharusnya aku mengenalmu lebih baik.

Entah aku yang bodoh atau aku yang terlalu polos.
Entahlah.. Apakah ini yang dinamakan Cinta?
Sesakit apapun, seberat apapun, pada akhirnya akan memaafkan kesalahannya.
Sesering dia berbuat salah, sesering itu pula, cinta memaafkannya. Begitukah?

Yang pasti saya tahu, Tuhan itu Adil.. Sebaik dan serapat apapun kau menyimpan kebusukanmu, pada waktunya akan tercium juga. Jika tak mau terbakar, janganlah kau bermain api.
Pastikan jaga hatimu, ada aku dan keluarga kecilmu menanti, sayang.

Entah apa yang dicari? Entah apa yang di dapat?
Apakah ada rasa lain jika kau bermain curang di belakangku?
Menyembunyikan segala hal dari diriku di belakangku, apakah itu membuatmu senang?
Bukankah lelah kalau terus begitu?

Yang saya tahu, jadi orang jujur dan tidak macam-macam itu membuat hati dan pikiran tenang.
Yang saya tahu, sekali kau menutupi kebohonganmu, akan ada kebohongan selanjutnya yang akan meledak seketika, saat kau terjerat.
Apa kau siap saat ledakan seketika itu membuatmu terluka parah?
Apa kau siap menerima semua konsekuensinya?

Ini bukan yang pertama kali.
Mungkin niatmu bercanda atau hanya iseng belaka.
Tapi apa yang kamu cari dari semua ini? kesenangan sendiri?
Banggakah kau punya banyak teman wanita yang perhatian?

Yang aku tahu, perhatianku tidak pernah kurang ke kamu.
Entahlah, atau mungkin berlebihan?
Yang pasti, yang bisa aku jaminkan, aku tidak pernah sekalipun berniat curang di belakangmu.
Yang harus kamu tahu, rasa sayangku terhadapmu lebih besar dari saat pertama kita bertemu.

Pernikahan..
Iya, semenjak kita menikah, yang saya tahu rasa sayang saya lebih dalam dari saat kita pacaran dulu.
Yang saya tahu, ikatan kita semakin kuat dan tidak bisa disamakan seperti kita pacaran dulu.
Semakin sering bersama, semakin terasa saling membutuhkan. Begitukan?

Iya gak sih? atau semua ini hanya sebatas keinginan dan keegoisanku saja?

Aku tidak bisa menyalahkanmu begitu saja. Pada akhirnya ku kembalikan semua pada diriku.
Apakah aku sudah menjadi yang terbaik untukmu?
Yang pasti, aku selalu berusaha untuk menjadi yang tebaik untukmu.
Jika ternyata tidak sesuai dengan keinginan mu, aku bisa apa?

Aku sakit, aku mencoba mengobati luka ku sendiri. Nanti.








Jumat, 16 Mei 2014

Selamat 34 minggu sayang :*

Bismillahirrahmanirrahim...

Cieee,,, dedek... sudah masuk minggu ke-34 di kandungan bundanya :D
sehat-sehat ya sayang,,,
sempurna tanpa kurang satu apapun. Aamiin..
Semoga jadi anak yang soleh/solehah..
berguna bagi agama, nusa dan bangsa serta kedua orang tua.

Semoga persalinan kita berjalan lancar ya dek, dimudahkan segalanya oleh Allah SWT. Aamiin...

Setiap orang tua pasti punya harapan dan doa untuk anaknya, selalu ingin memberikan yang terbaik untuk si Buah hati. Apapun yang terjadi, yang selalu diutamakan adalah untuk kebaikannya.

Menjaga amanah Allah SWT susah-susah gampang.
Anak sebagai titipan, bagaimanapun caranya manusia dituntut untuk selalu berusaha agar dapat menjaga dan merawat titipan dan amanah dari Allah SWT.

Karunia untuk mengandung, melahirkan, serta merawat anak adalah hal yang tidak semua orang bisa dapatkan dan rasakan. Setiap prosesnya pun, masing-masing orang merasakan hal berbeda-beda.
Baik dalam kesehatan, rezeki serta segala hal yang mengiringi prosesnya.

Sepatutnya, sebagai penerima amanah, rezeki dan karunia luar biasa ini, kita sebagai (calon) orang tua, bersyukur dan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik.

Banyak cobaan dan rintangan selama mengandung, merupakan nikmat yang luar biasa. Menikmati setiap perjalanan, mulai dari awal kehamilan hingga saat ini, saya bersyukur,, sepahit apapun cobaannya, nikmati saja, karena tidak semua orang mampu merasakan apa yang saya rasakan :D

Sehat terus yaa kesayangan bunda :*
insyaallah kurang lebih 6 minggu lagi kita akan bersua :D
Entah seperti apa rupamu nak? yang pasti kehadiranmu selalu kami tunggu sayang.

Terima kasih ya Allah, atas segala nikmat dan Anugerah Mu.
Insyaallah kami akan selalu berusaha untuk menjaga amanahMu ini.
Terima kasih.

Senin, 17 Maret 2014

Yang katanya "Persahabatan Lebih dari sekedar Saudara!!!"

Ini kisah yang katanya tentang "Persahabatan".
"Persahabatan lebih dari sekedar saudara".
Apakah benar ada persahabatan lebih dari sekedar saudara?
Apakah benar kebersamaan mampu menjadikan satu sama lain seperti saudara?
Oh ya? Jangankan kebersamaan yang belum lama terjalin, Saudara sendiri saja bisa menjadi musuh.
Percaya adanya penganggapan sudah seperti saudara sendiri?

Sebut saja persahabatan ini terjalin oleh Tuan Tertekan, Tuan Paling Tersudutkan, Tuan yang Katanya menjadi Korban, Dan Tuan berkantung Tebal.
Wuooohh... Luar biasa...

Perkenalan keempatnya belumlah lama terjadi. Kemesraan dan kebersamaan mereka sangat dinikmati.
Yup, katanya sih mereka saling sayang, sudah seperti saudara sendiri :D
Kekonyolan, kelucuan, berbagi tawa, berbagi cerita serta ceria dilakukan setiap harinya.

Hal-hal aneh bin ajaib pun sering mereka alami. Seperti keusilan yang dilakukan oleh Tuan berkantung tebal. Kejahilan yang dilakukan satu sama lain. Tapi hal tersebut tidak menjadikan mereka saling membenci. Bahkan menjadi bahan tertawaan yang sangat menggelikan.

Waow.. Yess,, moment-moment seperti itu sangat membahagiakan memang. Sehingga kebersamaan itu membuat mereka merasa nyaman dan saling support. Ketika salah satu dari mereka sakit, ketika salah satu dari keluarga mereka dirawat di rumah sakit. Mereka saling bahu membahu untuk tetap bersama.

Sayang,, hal tersebut tidak bertahan lama. Dimana saat musibah menimpa mereka. Yup, musibah yang  mungkin diciptakan sendiri. Dan kemudian diaminkan oleh Tuhan dan semesta-Nya.

Awalnya, musibah ini mereka nikmati sendiri, tanpa sepengetahuan Tuan berkantung Tebal. Yup, mereka menciptakan segala kondisi dan yakin akan menyelesaikan masalahnya dengan baik dan tetap kompak bertiga.

Rupanya, hal yang tidak diinginkan terjadi. Entah bagaimana Tuan berkantung tebal mengetahui apa yang sedang dialami oleh Tuan Tertekan, Tuan Paling Tersudutkan, dan Tuan yang Katanya menjadi Korban. Duaarrrr... bagai petir yang menyambar disiang hari yang terik. Musibah semakin pelik dan sulit dipecahkan.

Tuan berkantung tebal yang merasa dikhianati merasa sangat marah dan emosi. Mulai dari titik inilah keegoisan satu sama lain mulai terlihat. Tuan paling tersudutkan, berusaha untuk menyelesaikan masalah bersama Tuan Tertekan. Tetapi dengan tidak berpikir secara logis dan panjang ke depan. Sang Tuan paling tersudutkan, merasa apa yang ia lakukan adalah hal yang benar.

Sementara Tuan Tertekan, berusaha untuk tetap bertanggung jawab dan tetap memberikan support untuk tuan paling tersudutkan. Entah dimanfaatkan atau disalahgunakan oleh si Tuan paling tersudutkan. si Tuan Tertekan, dengan sabar dan pasrah dalam menerima segala tekanan yang berasal dari Tuan paling tersudutkan dan dari segala arah. Semua kemampuannya sudah sangat terkuras dan membuatnya lelah.

Tuan yang katanya menjadi korban kemana???
Oh ya, Tuan hanya sebagai korban? Tuan hanya ikut-ikutan dari proses terjadinya masalah ini?
Tuan tidak ingat, Tuan paling duluan menikmati hasilnya? Tuan tidak ingat seberapa kerasnya Tuan menagih janji pada pelaku penyebab terjadinya masalah?

Tuan yang katanya menjadi korban kemana???
Berlindung dibalik kesibukan? Hai Tuan,,, dimana kesetiakawanan Anda?
Disaat berhasil, bukankah Anda yang paling pertama meminta bagian Anda?
Kenapa saat sahabat-sahabat Anda terpuruk dan sulit, Anda tidak ada bersama mereka?
Kenapa Anda tidak sedikitpun membantu dan support mereka?

Persahabatan? Ohhh... seperti ini yang namanya "Persahabatan".
Masih yakin punya Sahabat?

Rabu, 12 Maret 2014

Haiiii... Baby Gals..

Yeeeyy... setelah gak sabar mau control dan liat babyku, akhirnya 26 Februari 2014 kemarin saya dan suami melaju menuju RSIA daerah Jatiwaringin. Hayoooo,, cewek atau cowok yah? *tebak-tebakan dengan suami*

Lutju yaa.. fase kehidupan manusia selalu saja ada banyak pertanyaan.
Mulai dari fase pacaran, "Kapan nikah?", "Mana undangannya?".
Sudah nikah, "Sudah 'isi' atau belum?", "anak sudah berapa?"
Kemudian hamil, "sudah berapa bulan?", "baby nya cewek atau cowok?"

Alhamdulillah, sekarang Satu per satu pertanyaan bisa dijawab :D
"Lagi isi? sudah berapa bulan? Alhamdulillah iya, sudah 5 bulan :))"
"Babynya cewek atau cowok?" Alhamdulillah, insyaallah ...."

Heee... Dari awal saya hamil, banyak teman yang tebak-tebakan untuk baby yang ada dikandungan :D
Dominan mereka yang menebak Baby ku insyaallah berjenis kelamin perempuan :)) hanya beberapa yang menebak laki-laki :D

Setelah sampai di RS, saya daftar untuk bertemu Dr. Shanty. Sambil menunggu masuk ke ruangan Dr. Shanty saya dicek BB dan tensi darah. Alhamdulillah normal.

Tidak lama, kami dipanggil ke ruangan Dr. Shanty untuk konsultasi dan cek kondisi baby.
S : "Sore Dok" sambil berjabat tangan
D : "Sore, gimana ada keluhan ndak?"
S : "Alhamdulillah tidak Dok, hanya saja telat untuk control :D"
D : "Iya tidak apa-apa, tapi vitaminnya selalu diminum kan? Terakhir control awal Januari ya"
S : "Iya Bu, tapi ada vitamin penambah darah yang agak susah dicari di apotek luar"
D : "Oh iya, memang agak sulit, sudah cari ke apotek RS ini?"
S : "Kami belum cari kesini Bu"
D : "Oh yasudah, nanti saya resepkan"
      "yuk, kita lihat di monitor"

kemudian saya pun bergegas menuju tempat pembaringan untuk melihat si kecil. Ahh... kangen banget.. Belum pernah ketemu, belum pernah lihat kamu ini seperti apa? Tapi rasa rindu dan candu selalu mendera, gak sabar untuk selalu bisa intip setiap bulannya.

D : Alhamdulillah ya, semuanya dalam kondisi baik, jantungnya normal, berat badannya pun sesuai ya..
Mudah-mudahan semuanya normal dan sempurna ya. Wuahh.. ini perempuan ya bayinya, bisa dilihat ya, ini kedua kakinya, karena kalau laki-laki terlihat ada buah zakarnya di tengah-tengah sini, tapi ini ndak ada. Iya ini perempuan bayinya *sambil menunjuk dan menerangkan ke arah monitor USG*

Dalam hati saya berucap Alhamdulillah. Apapun jenis kelaminnya, puji syukur, terima kasih atas rezeki-Mu Ya Allah.

Haii Baby Galz.. Sehat terus ya Nak. Sampai bertemu diwaktu yang seharusnya ya sayang. We love you Cantik...

Selasa, 11 Maret 2014

Surat Kecil untuk Separuh hidupku :*

Beruntung punya orang-orang terdekat dan tersayang adalah hal yang tidak semua orang bisa dapatkan dan rasakan. Sejelek, sehina dan sesalah apapun perbuatan yang sudah dilakukan, saat itu pula orang tersayang bisa memaafkan.

Bodoh? Justru saya rasa memeluk orang terkasih disaat sedang rapuh-rapuhnya, disaat sedang jatuh dan terpuruknya adalah harga mati. Kalau bukan kita, siapa lagi yang bisa kasih support dan ejawantah untuknya?

Ada yang lebih membuat kita bahagia selain melihat orang tersayang bisa tertawa lepas? Gak ada.
Yup, melihat tawa-nya adalah barang mewah yang dapat membuat saya terhibur lebih dari cerita lucu atau kekonyolan apapun saat ini.

Ada yang lebih menyakitkan dari kebersamaan? Ada.
Saat berada pada satu tempat, tapi saling berpunggungan. Beruntungnya, kami masih saling berhadapan dan berpeluk erat.

Kehilangan barang kesayangan tidak sebanding dengan kehilangan orang yang disayang.
Kamu tahu rasanya?
Seluruh raga dan pikiran tidak akan cukup untuk menggenapkan dan mengobati rasanya.

Terima kasih Tuhan, telah mengirimkan kami segala musibah dan cobaan.
Dari sini kami banyak belajar, dari sini kami banyak berdoa.

Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kami terima. Sesulit apapun ini, kami tetap bertahan dan saling berpelukan erat. Sederas air mata yang tertumpah, disana kami tahu, kami sangat mencinta dan saling membutuhkan.

Sayang,, maaf.. aku tidak bisa membantu mu terlalu banyak dan terlalu jauh.
yang ku pikirkan, kondisi ini.. *usap perut* "Nanti kamu gimana?"

Sayang, semoga kau mengerti. Yang aku punya, ku khususkan untuk si kecil. Yang ku pertaruhkan semua untuk si kecil. Bukan semata-mata aku membiarkanmu sakit dan terluka sendiri memikirkan apa yang sedang menimpamu. Tapi kebutuhan si kecil nantinya jauh lebih penting.

Hanya semangat dan pelukan hangat yang bisa selalu aku berikan. Aku siap mengusap air matamu kapan saja. Lingkar tangan ini siap memelukmu hangat kapan saja kau butuhkan.

A : Aku kangen bercanda sama teman-teman Bun... :)) aku kangen kumpul bareng-bareng.
B : Iya sayang,, mereka pun pasti begitu.
A : Aku kangen sama alm. bapak. 2 hari yang lalu hari ulang tahunnya.
Tak sanggup ku untuk berkata-kata lagi. Sabar ya, pasti kita bisa lewatin semuanya sama-sama.

Kita team hebat. Kita team yang kuat. Ini bukan perkara kamu, bukan perkara aku. Tapi kita jalani semua sama-sama. Allah Maha Adil. Akan ada yang lebih baik yang Allah persiapkan untuk kita kelak. Entah kapan, entah lewat mana caranya. Amin.

Yess.. We can Yah.. Semangat... *Pelukkiss* from Bunda dan Gadis kecilmu :*
Aku tahu, Gadis kecilmu dirahimku pun tidak berhenti berdoa untukmu. Love yaa...

Sabtu, 22 Februari 2014

Rindu Lelakiku

Fix banget kangen sama laki - laki ini :


Ini suamiku yang sedang sungkem dengan almarhum Bapakku, saat pernikahan kami 5 Februari 2012.
Tak lama berselang, hanya dalam jangka 6 bulan, kami harus merelakan kepergian Ayahanda tercinta tepat 14 Agustus 2012 (5 hari sebelum Idul Fitri). Allah sayang beliau. Dengan segala jerih payah alm. dalam melewati masa sakitnya, Allah mengangkat semua penyakitnya, dan semoga mengangkat pula derajatnya. Amin ya Rabbal Alamin.


Yang beskap hitam disebelahku, itu alm. Bapak mertuaku. Beliau juga orang hebat. Pensiunan TNI yang sangat luar biasa. Sayangnya, saya tidak terlalu lama kenal. Dan kebersamaan dengan beliau hanya kurang lebih 3 tahun sejak saya dan suami bertemu. Tidak lama sepeninggalan bapak saya, tepat 8 Desember 2012 alm. Bapak mertua pergi untuk selamanya. Tapi alm. pasti tahu, saya sayang beliau, walaupun kebersamaan kami tidak terlalu lama. Heee... kangen mijitin bapak, kangen ngobrol sama bapak. Kata suamiku, bapak senang kalau saya sedang menemaninya ngobrol sambil sesekali memijat kakinya. :))


Nah, laki-laki satu ini adalah sahabatku dimana menjadi tempat saya berbagi keluh kesah, sekaligus rivalku dalam berkompetisi apapun baik pekerjaan maupun argument :p tapi kami saling support layaknya kakak atau manja layaknya adik kecil, tapi dia itu suamiku :D apapun kondisinya, apapun bentuknya, saya sayang dan cinta dia :p . Pernikahan kami memang belum lama dan belum ada apa-apanya. Alhamdulillah, apapun keadaannya bisa kami jalani sama-sama. Support dan kejujuran paling utama :))



 Ketiga laki-laki ini, adalah orang yang luar biasa buat saya. Bapak, Suami, dan Bapak Mertua :)) . orang yang selalu membuat saya merasa rindu :D Saya sayang mereka.

Kalian yang masih punya orang tua dan orang-orang tersayang, please... Jaga dan sayangi mereka.
Apapun kondisi dan sifatnya, terimalah dengan sebaik-baiknya. Cintai mereka selagi ada. Karena jika mereka tidak lagi dapat dijumpai secara fisik di dunia ini, mau kemana kita cari? Mendatangi pemakamannya dengan membawa sebucket bunga pun tidak bisa mengobati rasa rindu yang melanda.

Doa, iya cuma doa. itupun tidak mengurangi rasa rindu, hanya saja membuat sedikit tenang dan lapang. Karena yang mereka butuhkan hanya Doa dari anak soleh/a untuk menemaninya di alam sana.

Sesakit apapun yang dirasa saat mereka masih ada, lebih sakit lagi kalau mereka sudah tiada :))
Hanya sekedar berbagi saja sih. Jangan menyesal jika orang tersayang pergi sebelum kita bisa membahagiakan mereka.

Mau cuma ngobrol sama Batu Nisan?? :'((

Selasa, 18 Februari 2014

"Tendangan Makhluk Tuhan Paling Lucuuuu..."

Aaaaakkk... ini apa rasanya? Ajaib...
haha... susah dijelaskan dengan kata-kata...

Malam tadi, 17 Februari 2014 dengan segala keBeTe-an yang dirasa dan segala kekesalan yang tertumpah karena nunggu kepulangan suami yang gak datang-datang, saya memutuskan membongkar lemari koleksi novel favorit saya, dan ingin rasanya membaca ulang satu persatu.


"Sakinah Bersamamu" - Asma Nadia. Yap, saya ambil novel tersebut dan baca ulang kembali. Dengan diiringi lantunan suara Tahlilan yang terdengar dari rumah tetangga yang baru 3 hari lalu meninggal, saya serius baca.

Ihiyyy.. dalam posisi bersandar dengan beberapa tumpukan bantal super enak di tempat tidur bikin nyaman dan tenang. Jam menunjukkan pukul 20:30 WIB. Belum banyak kalimat yang saya baca dari novel tersebut, namun dentuman kecil sangat terasa dari dalam perut.

Awww... apaan nih? kok ada sesuatu yang aneh yang saya rasa dari dalam perut? Segera saya putuskan untuk menutup buku bacaan saya, dan serius memposisikan tubuh dengan tenang. Ihhh... ini yang namanya tendangan si "kecil" dari dalam perut? hahaha.. Ajaib.. Luar Biasa.. Aneh.. Lucu.. menyenangkan..

Beberapa minggu sebelumnya, Ibu sering menanyakan : "sudah berasa tendangan-tendangannya belum?" sambil mengusap perut saya. "hahaha.. belum tau Bu, gak ngerti gimana rasanya?" hehehe..

Tapi atas kejadian semalam, di usia kehamilan 21week 3days saya bisa mengartikan bahwa saya mulai merasa tendangan "Malaikat kecilku". Aneh dan menyenangkan memang.. Subhanallah.. Maha Benar Allah dengan segala Kuasa-Nya.

Bergegas saya infokan hal ini pada suami.



Alhamdulillah.. Terima Kasih Ya Allah.. Euphoria kebahagian yang kami rasakan tidak putus semenjak kami tahu ada "Malaikat kecil" di dalam rahim saya.

Sehat terus ya Babyku.. Semoga menjadi anak yang Soleh/a, pinter, lahir sempurna tanpa kurang satu apapun, dan lancar sampai waktunya kita bertemu. We love you De... Jadi kebanggan Bunda dan Ayah kelak ya Nak. Amin..


Senin, 10 Februari 2014

25 Di 25

Cerita kali ini sebenarnya sudah lama ingin di posting, dari Oktober 2013 lalu. Berhubung jarang nge-blog, jadi baru sempat ditulis hari ini. Jika berkenan silahkan dibaca. Gak apa ya agak sedikit basi, tapi Euphoria nya masih kok sampai sekarang.

25 di 25. Kenapa? Ada apa? special banget emangnya? Gak tau kenapa, dari dulu saya sangat menyukai angka 25, seperti ada sesuatu yang special. :))
Yap... 25 Oktober 2013, hari ulang tahun saya menginjak usia 25 tahun.
Entah kenapa yang dirasa saat itu adalah kondisi fisik yang gak wajar. Sakit seluruh tubuh mulai dari punggung, pinggang dan sekujur tubuh. Aneh, gak seperti biasanya.

Saat itu kefikiran untuk minum obat agar kondisi badan bisa lebih baik dan tidak mengganggu pekerjaan hari itu. Setelah saya ingat, sudah sebulan lebih saya belum haid. Tadinya hal itu tidak saya hiraukan, karena sudah sering siklus haid saya tidak teratur. Dengan bingung saya tanya suami melalui ponsel, "Yah, badan aku gak enak banget nih, mau minum obat tapi sudah hampir 2 bulan aku belum haid. Minum obat atau tahan ya? takutnya aku hamil, bahaya kalau minum obat". | "Iya bun, tahan ajah ya, siapa tau ada dede nya. Nanti pulang kerja coba di test ya."

Sepulang dari kantor, saya bergegas ke apotek untuk membeli testpack. Karena untuk hasil testpack yang bagus dan jelas adalah setelah bangun tidur pagi, maka saya putuskan untuk cek esok hari.

Esok subuh, saya bangun dan bergegas menuju kamar mandi dengan membawa testpack. Langkah gontai, ekspresi biasa dan tidak terlalu berharap hasilnya akan positif, karena takut kecewa untuk kesekian kalinya Bismillah saya coba melakukan test.

Bismillahirrahmannirahim... satu garis muncul diikuti garis yang kedua dengan tampak jelas.
Alhamdulillah,, hasilnya positif. Dengan perasaan senang dan sedikit kurang percaya melihat hasil testpack, jantung ini berdetak sedikit kencang, tanpa saya sadari air mata mulai memenuhi kantung mata dan kemudian menetes. Rasa haru dan tak percaya beriringan dengan ucapan Alhamdulillah ...

Rasa deg-degan yang masih menyelimuti jantung menemani saya berjalan ke kamar untuk membangunkan suami. "Yah, liat ini..." | dengan mata yang masih setengah terpejam, suami memaksakan untuk melihat hasil testpack dan ekspresinya sangat datar dan cenderung biasa saja. | " kok gitu? biasa banget ekspresinya :( ?" | kemudian ia senyum | "emang gak seneng ya aku hamil? tapi bener gak ya yah ini hasilnya? " | sambil senyum suami berkata : "Alhamdulillah, pastinya senang bangetlah bun. Iya coba ajah besok test lagi, mudah-mudahan emang bener hamil. Nanti pas kita libur, kita ke Dokter ya" | hehe.. ini kado luar biasa yang saya terima dari Allah, tepat di Ulang tahun ke 25. Dengan senyum dan hadiah pelukan hangat dari suami menemani saya bergegas untuk siap aktivitas  :D :D.

Keesokan subuh, saya test urine kedua kalinya, untuk memastikan apakah hasilnya sama positif dengan yang kemarin. Dan iya, Alhamdulillah hasinya sama. POSITIF... :))

Di akhir pekan saya dan suami bergegas ke RSIA daerah Jatiwaringin.
Bertemu dengan dr. Shanti untuk kedua kalinya. Pertama saat saya periksa kandungan dalam kondisi tidak hamil. Dan kini saya datang untuk memeriksakan kandungan lagi, dengan kondisi berbeda dan memperjelas hasil 2 testpack sebelumnya.
Yap.. seperti hasil testpack pertama dan kedua, USG kali ini menunjukan bahwa ada makhluk kecil yang hidup di rahim saya. Alhamdulillah.. Malaikat kecil ku datang juga setelah kurang lebih 1,5 tahun kami menunggu kehadirannya. Kata Bu Dokter, usia kehamilan saya sudah berusia 7 minggu :))

Alhamdulillah, hari ini usia kehamilan saya sudah menginjak 20 minggu 3 hari. Sehat-sehat terus ya Nak. Semoga lahir dengan lancar, sehat, sempurna tanpa kurang suatu apapun. Menjadi anak yang Soleh/ solehah, pintar dan baik budi pekertinya dan menjadi kebanggan keluarga terutama Bunda dan Ayah.
Amin Ya Rabb...

Selamat datang Malaikat kecilku, sehat selalu Nak...


Foto diusia kehamilan 17, 18, 19 minggu :D


 Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Hanya saja Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Allah Maha Tahu, mana yang terbaik untuk umatnya dan semua indah pada waktunya.