Jumat, 21 September 2018

My First Love, Bapak

Kamu yang mengajarkanku tentang rasa kasih sayang. Kamu yang ajarkan ku tentang cinta. Ternyata cinta pertamaku bukan dia, dia apalagi dia. Cinta pertamaku adalah kamu, yang mengajarkanku tentang cinta.

Kamu tahu bagaimana membuat diriku tersenyum. Kamu tahu bagaimana membuat diriku menjadi bahagia. Kamu tahu apa yang harus dilakukan saat aku sedih karena dimarahi kakak ku dan kau begitu membela ku.

Akhir-akhir ini aku terlalu sentimental, yang teringat hanya kasih sayang mu untuk ku. Dan biarkan aku merindu 😭 merindukan dirimu disetiap waktu 😢

kamu adalah laki-laki yang gak pernah membuatku kecewa, apa yang aku inginkan selalu diupayakan penuh agar aku tidak sedih, kamu tidak pernah menyakiti ku, kamu dedikasikan cintamu untuk ku.

Dulu aku pernah menagis saat aku selisih  paham dengan wanitamu karena memilih lelaki setelah mu, tapi kau ikut sedih dan dirimu yang memberiku semangat untuk tetap terima kenyataan.

Kini tanggung jawabmu telah berpindah pada yang lain.

Semoga kau tidak akan pernah kecewa saat kau tau "boneka cantik dari india" ini banyak menelan kesedihan dan kepedihan. Aku terima, karena aku yang memilih, Ini takdir ku.

Iya, dulu orang-orang yang menyayangiku selalu menyanyikan lagu Boneka Cantik dari India, dan mereka menganggapku seperti itu.

Hi, my super hero, my first love. Bungsu mu ini amat menyayangimu. Ku titipkan Rindu untukmu Pak 😢

Kamis, 13 September 2018

Tetap kejujuran di atas segalanya

Kamu disana yang terbiasa berbohong,
Sulit untuk ungkapkan kebenaran
Demi kenyamanannya sendiri

Aku disini seolah menutup mata
Berusaha menahan segala tentang mu

Apakah Berat jika mengatakan apa yang terjadi sebenarnya?
Apakah sulit untuk berbicara apa adanya?

Apa Kamu tidak tau doa terbaik adalah doa Istri dan Ibu mu?

Doa ibu di sepanjang hidup demi kebaikan anak-anaknya, percaya.

Kamu tahu Doa isteri begitu syahdu?
Semesta alam bergemuruh, saat dirinya memberikan restu.
Hal sekecil apapun berlakulah jujur.
Tidak ada yang tidak baik pada kebenaran.
Ketika cintamu bersandar pada pasangan, baiknya cintai dirinya apa adanya.
Kamu gak pernah tau betapa dirinya merindu, kamu gak pernah tau betapa dirinya memujamu.

Apa kamu tau disini aku menunggu mu?

Senin, 18 September 2017

Jangan Biarkan Semua Hal Terpendam

Wuah,,, sudah 2 tahun gak posting di blog lagi... tiup-tip biar gak debu dan usang :)

Guys, apa yang penting dalam hidup kalian? Keluarga, Pasangan, ekonomi dll? jangan lupa ada yg penting selain itu semua, Kesehatan... iya kesehatan...

Setelah beberapa minggu mengalami hal-hal yang tidak mengenakan, baru saya sadar ternyata Kesehatan itu penting, kesehatan jasmani dan bathin itu amat penting guys. Sekuat dan sehebat apapun kalian, tidak akan bisa berbuat apa-apa kalau sakit.

Saya adalah orang yang terhitung jarang sakit. kalau pun sakit gak lebih dari 2 - 3 hari. Yang saya pikir, saya adalah perempuan tangguh dan mampu melewati apapun dengan pasrah dan terima apadanya. Tapi ternyata perempuan ini tidaklah setegar karang, sekuat baja dan sehebat Xena... ahhh, saya ini cuma seorang perempuan, ibu lemah yang gak berdaya ngejalanin semua hal yang tidak sejalan dengan hati.

Kenapa? 3 minggu sebelumnya saya demam, meriang, urat leher sakit, dan semua otot terasa tegang. Setelah berobat, sakit di leher tak kunjung ringan yang ada malah jadi radang. Kemudian saya berobat lagi, namun setelah radang hilang malah badan, pipi dan kaki terasa bengkak. Sempat seminggu nafas terasa sesak. Ini janggal menurut saya. Walaupun saya terhitung gemuk, tapi yang saya rasa ini bengkak (tidak sehat) bukan gemuk.

Jumat, 8 September 2017 seharian di kantor sakit kepala gak hilang-hilang. Saya ini jarang sakit, kalaupun sakit dengan paracetamol juga sudah enakan, tapi tidak ampuh di hari itu. Setengah enam sore saya kabarkan kondisi saya ke suami, sakit kepala bukan main seperti ditusuk-tusuk dan gak bisa berbuat apa-apa. minta untuk dijemput pulang, karena gak kuat kalau harus berkendara lagi.

Senin pagi, dengan kondisi aneh dan rasa penasaran apa yang terjadi pada tubuh saya, ditemani 2 bocil dan mama mertua, bergegas ke puskesmas. Konsultasi dengan dokter, menyampaikan apa yang saya rasa. Cek tensi darah dengan alat digital, kemudian bu Dokter mencari alat tensi manual dan kemudian saya di tensi lagi.
D : Duh, kamu saya rujuk yaa...
S : Emang kenapa Dok?
D : Saya sih kurang tahu kamu kenapa, tapi kalau lihat dari kondisi kaki dan ciri-ciri yang kamu sebutin mengarah untuk ke Jantung, saya gak tau itu dari katup jantung nya atau apanya. makanya saya sarankan kamu ke RS untuk ke Poli Jantung ya. Tensi kamu 160/100 loh... sampai saya cek pakai 2 alat, saya kira ini (menunjuk ke alat tensi digital) salah ternyata hasilnya sama.
S : Ohh.. iya Dok (dengan wajah datar dan gak tau harus gimana)

Sore harinya, ditemani lagi mama mertua, kami berangkat menuju RS. Haji Jkt. Setelah sampai di RS, saya daftarkan diri dan kemudian tunggu giliran untuk ketemu dengan dokter SP. Jantung nya.
Jam setengah enam sore nama saya dipanggil, kemudian perawat meminta saya untuk tiduran dan kemudian Cek EKG, (pasang alat rekam jantung). Dok, sudah dok, info perawat ke Dokter.

Dokter datang, kemudian cek tensi darah dan tanya apa saja yang saya rasa. Setelah selesai, kami berbincang dan konsultasi.
D SP,J : Kamu kenapa? masih muda loh... umur mu berapa?
S : 28th Dok
D SP, J : Nah,, baru 28th. masih muda. ada apa? ada apa?
S: (sambil tersenyum malu) hehehe.. emang kenapa Dok?
D SP, J : Iya loh, tensi mu ini tinggi banget loh untuk seusiamu.
S : Berapa Dok?
D SP, J : 160/90 terakhir tensi kapan?
S : tadi Pagi Dok di puskesmas 160/100 makanya saya disarankan untuk ke Poli Jantung.
D SP, J : Pernah ada riwayat sakit apa?
S : Gak ada Dok, tensi biasanya selalu normal, hitungannya saya jarang sakit dok, baru kali ini seperti ini.
D SP, J : Ada keluarga yang riwayat darah tinggi?
S : Ada Dok, Bapak saya.
D SP, J : Masih ada Bapaknya?
S : Sudah meninggal Dok, 5th yang lalu.
D SP, J : ohh... iya, iya.. Kamu berapa bersaudara? Kamu anak keberapa?
S : 3 bersaudara Dok, saya bontot.
D SP, J : Iya, gak apa-apa. tenang saja ya. Saya resepkan obat untuk 4 hari ya, nanti Jumat ketemu saya lagi, sekalian paginya cek darah dulu tapi sebelumnya puasa ya.

Dengan sigap dan ramah Dokter menenangkan saya.

Kini Jumat pagi pun tiba. Ditemani Suami dan si gembil Chacha ke RS untuk ambil darah. setelah selesai kami pun pulang ke rumah. Sementara menunggu jam praktik dokter sore harinya.

Jumat sore, sesampainya di RS, saya ambil hasil darah tadi pagi dan kemudian daftar di bagian pendaftaran. Sambil tunggu antrian konsul dokter, kami berasa nobar di depan Poli. Iya, di depan ruangan konsultasi terpasang tivi dengan tayangan bola :D

Tidak lama kemudian nama saya dipanggil oleh perawat dan bertemu dengan dokter ramah yang selalu terlihat segar dan baik. Sambil berbaring dan cek tensi darah,
dr. SP, J : Gimana? gimana? apa yang dirasa?
S : Nafas sudah enakan dok, kaki juga sudah gak terlalu bengkak.
dr. SP, J : Oh... iya,, ini juga hasil darahnya juga bagus kok (sambil melihat secarik kertas berisikan hasil test darah tadi pagi) gada yang perlu dikhawatirkan, cuma leukositnya aja agak tinggi, ada batuknya ya? dari kapan?
S : Iya dok, dari hari Senin lalu, waktu saya kesini.
dr. SP, J : Oh iya, leukosit tinggi karena ada infeksi. nanti saya resepkan obat batuknya juga yaa. Ini tensinya juga sudah mulai turun sih, tapi untuk seusia kamu masih tinggi banget ini, 140. Dijaga yaa jangan sampai naik lagi.
S : Iya Dok, normalnya harusnya berapa dok?
dr. SP, J : Iya 110 lah itu sudah normal. jarang-jarang loh usia 28th tensi nya tinggi begini. Biasanya darah tinggi itu kebanyakan di atas 30th. sayang sekali loh, kamu masih muda.
S : Itu kenapa Dok faktornya?
dr SP, J : Iya faktor dari orang tua ada mempengaruhi sih. Jangan makan yang asin-asin, telur asin, ikan asin itu jangan dulu ya. selebihnya sih gada pantangan apa-apa. Dijaga asupan kalori nya ya.. jangan banyak-banyak makan kue yang manis-manis itu, kalau bisa ganti dengan buah.
S : Iya Dok, siap.
dr. SP,J : Ini dosisnya sudah mulai saya turunin ya, dijaga kondisinya, saya kasih obat untuk 2minggu ya, nanti 2 minggu lagi kesini lagi, saya belum berani kasih obat untuk 1 bulan karena kamu masih harus dipantau, belum bisa saya lepas langsung sebulan. dijaga jangan sampai obatnya dosis nya naik lagi. pokoknya harus turun ya,,,
S : (sambil senyum) Iya Dok, heee...

Dengan rasa sedikit lega, karena hasil darah yang menunjukkan kondisi saya baik-baik saja, kami bergegas kembali pulang bertemu anak-anak.

Sambil saya menulis postingan ini, saya penasaran apa itu darah tinggi / hipertensi. Dan ternyata Hipertesnsi / darah tinggi itu dikenal sebagai "pembunuh diam-diam" karena jarang memiliki gejala yang jelas, dan satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan mengukur tekanan darah. Dan hipertensi termasuk sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Waoooww... be nice yaa... Semoga ke depannya lebih baik.

Dari masukan beberapa teman dan kerabat, salah satu faktor penyebab darah tinggi adalah banyak fikiran dan kurang tidur. Banyak fikiran? mikirin apa sih bu Cuz? hehehehe...

Ada teman yang berpesan :
Sayangilah diri sendiri dulu.. karena kalau diri sendiri sakit tidak berguna buat yang lain.. yang sakit kita.. yang capek kita.. yang ngerasain kita sendiri.. kasihan anak-anak
Ayoo... semangat.. jangan banyak pikiran
kalau ada masalah dijalanin aja.. ntar juga lewat
Ma Caca masih muda.. nikmatin hidup aja

Kalau saya telaah lebih dalam bisa jadi memang pola hidup saya yang gak baik dan KERESAHAN, KEINGINAN ditambah EMOSI yang sudah puncak yang gak kuat lagi saya tahan.

Dari beberapa keresahan, saya ingin jalan keluar terbaik menurut saya, hanya saja banyak kondisi yang tidak mendukung dan memungkinkan. Selama ini harus menjadi beban saya dan selalu terpikirkan karena gemes gak bisa tercapai. Ketika kedua hal ini lama terpendam dan tidak membuahkan hasil apa-apa atas keinginan saya, meledaklah semua karena tambahan emosi-emosi terpendam memicu ini semua.

Kalau sudah begini lantas siapa yang mau disalahkan?
Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa, hanya saja mungkin saya harus banyak lagi belajar bersabar, ikhlas dan mudah memaafkan orang lain.

Ketika sudah berbagi cerita tentang keresahan, keinginan dan emosi, tapi tidak semua orang bisa mengerti apa yang kita rasakan, hanya bisa menasihati sabar yaa bun, disitu saya merasa lebih terpuruk.

Jangan biarkan apa yang kamu pikirkan kamu pendam. Walaupun orang lain tidak merasakan apa yang kita rasakan, setidaknya janganlah kita bebankan dalam hidup.

Mohon doanya...
Semoga perempuan ini tetap tangguh dan sabar dalam segala hal
Semoga perempuan ini tetap kuat dalam menghadapi segala macam tempaan



Kamis, 24 Desember 2015

Selamat Hari Ibu ; Perjuanganku baru dimulai

Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat hari ibu untuk semua Momi, terkhusus untuk Ibuku. Maaf atas segala yang tak terucap, Bu... Terima kasih atas  didikan dan pembelajaran yang kau ajarkan untukku, semua teraplikasi di hidupku sekarang, Bu 😂😁

Yup, tepat di hari Ibu, semangat untuk menjalani hidup yang lebih baik muncul begitu saja dari dalam diri ini. Dengan niat tulus dan ikhlas demi terwujudnya tujuan tersebut terutama untuk anak, kulangkahkan kaki ini menuju toko plastik dan bahan kue. Sampai di toko tersebut, ternyata tutup. Dengan pantang menyerah, ditemani anak dan sijabang bayi di rahimku, kami berjalan sembarang tanpa tujuan hingga kami sampai disuatu pusat perbelanjaan. Iya, hanya menggunakan kaos lusuh dan celana pendek (sungguh malu hati ini) karena kami tidak berniat berjalan jauh sampai kesana. Seketika rasa malu tertutupi oleh semangatku yang menggebu.

Aku ingin tetap bertahan. Aku ingin tunjukan pada sekelilingku, keluarga kecil kami mampu menjalani kehidupan yang sulit ini. Sempat terbesit untuk menyerah, namun kami yakin ini semua akan terlewati.

Kehidupanku tak seindah yang terlihat oleh orang lain. Ada masa, dimana kami putus asa dan akan menyerah untuk kembali tinggal bersama orang tua. Tapi kuyakinkan hati ini dan suamiku, kita berhak hidup layak dan anak-anak kita harus mendapatkan yang terbaik, bukan sia-sia begitu saja. "Kalau kamu nyerah, gimana aku dan anakmu?"
Banyak pertanyaan yang berkutat di fikiran. Kenapa? Harus gimana?

Dengan secuil "bekal" dan niat yang sungguh-sungguh, bismillahirrahmannirrahim...
perjuanganku baru dimulai,,
Kini aku usaha kecil-kecilan dengan berdagang agar-agar, puding, cheesecake lumer, pulsa, dan semoga bertambah lagi yang lain.

Tarrrrraaaaaa.....
Saat postingan ini dibuat, aku sedang masak untuk jualan esok hari. Kurelakan waktu istirahatku berkurang, kurelakan tenagaku terkuras lebih dari biasanya. Iya semua untuk kehidupan yang lebih baik.

Setelah ku fikir dan telaah lebih dalam, semua ini tidak akan terjadi kalau aku tidak pernah tahu bagaimana cara masak dan berjualan. Semua ku jadikan contoh yang kupetik dari pengalaman ibuku.

Iya, ibuku wanita hebat.
Iya, ibuku wonder woman.
Panutanku dalam mengarungi kehidupan ini.

Terima kasih, Bu. I love you 💋💋

Tak lupa kutitipkan salam untuk suamiku, selamat Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal a.k.a selamat hari pernikahan. 
Hidup kita tidak berakhir disini, Yah. Masalah seberat apapun mari kita lalui sama-sama. Ini titik balik. Kembali dan berlindung pada orang tua bukan jadi jalan keluar. Perjuangan hidup kita dimulai darisini. Semangat 🙋🙋🙋👊👊

Jumat, 26 Desember 2014

Terima Kasih BPJS

Sudah ikut keanggotaan BPJS Kesehatan? Yuk, buruan daftar dan rasakan manfaatnya.
Saya menulis postingan ini bukan berbayar loh ya, tapi memang sekedar share karena saya telah merasakan kegunaannya. Iya, berguna sekali.

Jadi begini, tanggal 15 November 2014 lalu, saya baru mendaftarkan keluarga kecil saya untuk keanggotaan BPJS Kesehatan. Sebenarnya sudah lama kami ingin mendaftarkannya, bahkan jauh sebelum anak kami lahir :D hanya saja kendala kami adalah Kartu Keluarga (KK) kami yang urung terselesaikan dari 6 bulan kehamilan saya sampai anak kami berusia hampir 5 bulan :p . Nah ketika KK kami 'jadi' bergegaslah saya daftarkan Suami, saya dan Alisha (anak kami).

Awalnya, ketertarikan saya untuk daftar BPJS ini adalah atas referensi tweet dari @supermomo . Saat itu beliau share pengalamannya merasakan manfaat BPJS ini dalam proses kelahiran anaknya :D . Waoww... sejak itulah kami bertekad akan keikutsertaan BPJS ini.

Susah? Ndak kok. Kita tak perlu bersusah payah antre dan pergi ke kantor BPJS setempat, bisa daftar on line. Ikuti saja petunjuk yang ada. Nanti kita daftar, isi formulir on line, setelah itu dapat konfirmasi aktivasi berupa nomor virtual account melalui alamat email yang kita daftarkan. Nah, nomor Virtual account ini adalah untuk nomor rekening setoran (pembayaran) masing-masing orang yang harus dibayarkan sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Untuk pilihan kelas perawatan masing-masing beda biayanya. Untuk Kelas I Rp. 59.500 Kelas II Rp. 42.500 Kelas III Rp. 25.500. Setelah itu kita diminta melakukan pembayaran 1x24jam. Setelah pembayaran berhasil, kita cek kembali email aktivasi sebelumnya, ada link untuk kartu keanggotaan BPJS/e-ID. Untuk dapat digunakan, kita dapat print sendiri e-ID nya dan tidak perlu menukarkan kartu yang asli. Nah, setelah pendaftaran ini BPJS baru bisa digunakan 7 hari kemudian ya. Makanya slogan BPJS sekarang, "Daftar selagi Sehat" :D
ini contoh e-ID nya :


Tanggal 22 November 2014, akhirnya BPJS kami sudah bisa digunakan.
Kebetulan suami saya sudah lama mengeluhkan sakitnya (Sinusitis). Ia pun bergegas ke Klinik (Faskes I) kami untuk berobat. Dari sana, suami saya dirujuk untuk konsultasi langsung dengan dokter THT di Rs. Haji Jakarta Timur.

Hari pertama control di Rumah sakit, kami tiba sekitar pukul 07:00, dan bergegas ke bagian pendaftaran. Disana kami dikenakan biaya Rp. 12.500 untuk mendapatkan kartu berobat. Selebihnya? Jangan khawatir, dengan BPJS kami sama sekali tidak dikenakan biaya \('o')/ .

Sampailah kami di antrean counter BPJS. Sekedar info tambahan, untuk berobat jalan kita harus melampirkan Fotokopi BPJS, Fotokopi KTP, Fotokopi surat rujukan dari Faskes I, Fotokopi KK (jika diperlukan). Kalau rawat inap yang harus kita lampirkan adalah Fotokopi BPJS, Fotokopi KTP, Fotokopi surat rujukan dari Faskes I, Fotokopi KK, surat rujukan untuk rawat inap dari dokter poli masing-masing 3 lembar.

Sekitar pukul 09:00 kami mendapatkan antrean poli THT dengan membawa berkas dari BPJS. Antre lama di conter BPJS? ya memang, karena banyak sekali yang berobat menggunakan BPJS. ya gak apalah kita antre, toh mendapatkan fasilitas konsultasi dokter dan obat 'gratis' kok.

Akhirnya kami bertemu dengan dr. Jamal. Setelah suami saya menjelaskan keluhannya, dr. Jamal menyarankan untuk melakukan rontgen. "Jangan khawatir, ditanggung BPJS kok" kata dr. Jamal :D Alhamdulillah tenang :))) lumayan, tercover Rp. 165.000 (tanggungan pertama). Setelah lihat hasil rontgen, dr. Jamal menjelaskan kepada kami cara membacanya. Dan saat itupun suami disarankan untuk segera melakukan operasi kecil. Dan untuk persiapannya kami diminta cek darah dan mencari ruang rawat inap. sebelumnya untuk cek darah, dokter bilang untuk hasil cepat, sebaiknya jangan menggunakan BPJS, bayar saja, takutnya hasilnya baru keluar seminggu kemudian. Setelah suami mendaftarkan namanya di lab, ia malah mendapatkan kwitansi yang harus dicap BPJS dan hanya diminta menunggu 45 menit untuk hasil test darahnya. Alhamdulillah kemudahan kedua di hari pertama.

persiapan kedua adalah mencari ruang perawatan pasca operasi. Untuk yang ini, kami menunggu konfirmasi dari Rs lumayan lama. Dari pihak Rs tidak bisa menjanjikan kapan tersedianya kamar rawat inap. Kebetulan layanan BPJS yang Kami daftarkan adalah kelas 1, dan untuk mendapatkan ruang rawat inap yang sesuai dengan BPJS Kami, bisa waiting list sampai 1bulan. Akhirnya kami memutuskan untuk menerima fleksibel kelas dan tak harus menunggu lama.

Selama menunggu konfirmasi ketersediaan ruang rawat inap, suami saya juga masih harus bulak-balik Rs untuk konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis anestesi. Tanggal 12 Desember 2014, akhirnya suami mendapat kabar untuk melakukan operasi tanggal 13 Desember 2014 pagi. Alhamdulilah.

Yap, hari H nya tiba. Pukul 06:00 kami sudah sampai di Rs dan siap operasi. Jam 08:00 suami dipanggil untuk ganti pakaian operasi dan saya menemaninya agar ia tidak tegang dan panik. Padahal sih, saya jauh lebih panik dan tegang kayaknya, sok kuat dan tegar ajah sih di depan suami :)) tidak lama kemudian jam 9 ia ditarik ke dalam ruang operasi. bismillah.

Sampai dengan hampir jam 11 siang, akhirnya suami keluar dari ruang operasi dengan kondisi alhamdulillah sadar tapi masih ngantuk berat dan tertidur pulas. Operasi berjalan lancar. Alhamdulilah.

sekitar jam 1 siang kami pindah ke ruang perawatan kelas 2 (turun kelas yang seharusnya kelas 1)setelah sebelumnya kami ada di ruang pemulihan pasca operasi. Karena suami operasi hari Sabtu, jadi baru diperbolehkan pulang hari senin karena prosedur Rs pasien baru diperbolehkan pulang di hari dan jam kerja.

Senin siang, sekitar pukul 11, kami turun ke ruangan dokter jamal untuk periksa hasil operasi dan melepas tampon yang ada di hidung suami. Alhamdulillah sudah diperbolehkan pulang. Dan ada beberapa obat yang harus dibeli karena tidak tercover oleh BPJS (yang ini lumayan harganya) :))

Sebelum pulang, saya urus segala administrasinya dengan agak sedikit cemas, takut-takut kami dikenakan biaya banyak tak terduga. Ternyata Alhamdulillah, dari keseluruhan biaya operasi, ruang perawatan, obat dan infus selama perawatan yang totalnya hampir lima juta rupiah tercover oleh BPJS dan kami hanya membayar Rp. 104.000.

Alhamdulillah.. Gak rugi lah setiap bulan sisihkan uang Rp. 59.500/orang. Buat jaga-jaga kalau keluarga tersayang sakit dan kita pun lagi gak punya duit, kebantu banget. Bener deh... 

Gitu ajah sih, semoga postingan ini bermanfaat yaa.

Yuk, buruan daftar... Terima kasih BPJS :))

Jumat, 08 Agustus 2014

Wellcome to The World "Alisha Disi Farhana"

Minggu, 22 Juni 2014 menjadi hari yang tidak dapat dilupakan.
Yess, quality time sama Suami dan adik bayi yang masih dalam kandungan usia 39 minggu 2 hari.
Tinggal tunggu launchingnya ajah nih. hehehe...

Yup, entah kenapa hari itu sangat menyenangkan, seharian  full suami menemani dan nyenengin banget sih.
Mulai dari pagi-pagi saya iseng kepengen makan bubur sumsum dan steak, tapi tidak kesampaian, yang ada sarapannya melipir ke restoran pizza :9 hihihi...

Setelah kekenyangan sarapan pizza, cuss saja langsung ke tempat mama mertua, kebetulan hampir sebulan tidak berkunjung dan bertemu saudara-saudara disana. Seharian disana, sambil menunggu suami yang sedang ziarah ke makam almarhum bapak mertua. Kebetulan hari itu adalah seminggu menjelang bulan Ramadhan, dimana tradisi orang Indonesia yang selalu selalu ziarah ke makam sebelum puasa dimulai.

Setelah lelah seharian keluar rumah, akhirnya saya memutuskan untuk istirahat. Tapi, bukannya istirahat, sekitar pukul 19:30 WIB, saya merasakan hal yang aneh. Bulak-balik ke kamar mandi, buang air kecil yang tidak biasa. Seketika firasat akan melahirkan pun muncul, iya, ini air ketuban, bukan urine biasa.

Dengan mengabarkan kepada suami, dan mengajak ke klinik tempat biasa control si "dedek" akhirnya pukul 23:00 kami sampai di tempat tujuan. Bertemu dengan bidan jaga dan sedikit konsultasi megenai keluhan. Setelah itu saya diperiksa dan ternyata sudah masuk pembukaan 3.
Bidan Jaga : "Ini sudah pembukaan 3, jangan pulang ya, nginap disini saja, sudah bawa perlengkapannya kan?"
saya : "Iya bu, sudah bawa"
Bidan Jaga : "yasudah, tiduran saja disana (sambil menunjuk tempat tidur) miring ke kiri ya bu."
Saya : "Baik Bu"

Selama observasi, tidak banyak yang saya lakukan, hanya tiduran miring ke kiri dan sesekali memainkan handphone. Rasa hati yang deg-degan dan rasa mulas yang kadang terasa dan kadang tidak, datang silih berganti pun menemani malam itu :D. Semakin jam menunjukan dini hari, semakin terasa pula mulasnya.

Setelah azan Subuh berkumandang, tidak lama Bidan yang biasa menangani saya selama control kandungan pun datang. Beliau periksa ternyata masuk pembukaan 4.
Bidan : "Ini masuk pembukaan 4 ya"
Saya : "oh, iya bu"
Bidan : "Kita pindah ke ruang bersalin yuk"
Saya : "iya bu"
kami pun berjalan sambil berbincang, menuju ruang bersalin.
Bidan : "ini ruang bersalinnya, silahkan tiduran disini, sebentar saya ambil infusan ya, biar mulasnya cepat terasa"
tidak lama kemudian rasa mulas semakin cepat terasa intensitasnya. Sekitar pukul 07:00 sudah pembukaan 7.

Subhanallah, dengan segala prosesnya dan segala rasanya, semua terasa amat luar biasa.
Senin, 23 Juni 2014 Sekitar pukul 08:16 terdengar suara tangisan bayi. Alhamdulillah, akhirnya...
Yang kami tunggu-tunggu selama ini sudah lahir. Dengan jenis kelamin perempuan, berat badan 3,9kg dan panjang 48cm, anak kami lahir selamat dan sehat Walafiat. Bayi perempuan ini kami beri nama Alisha Disi Farhana yang artinya :
Alisha : Jujur, Mulia
Disi : Iswahyudi dan Susi (penggabungan nama ayah dan bunda nya :D yang sedikit narsis)
Farhana : Bahagia
Dengan nama ini kami berharap yang terbaik untuknya.
Alisha Disi Farhana : Anak perempuan Yudi dan Susi yang Jujur, Mulia dan Bahagia. Aamiin.

Ini dia penampakan dari Alisha :D



Ini usia Alisha kurang lebih 1 minggu

Kalau ini usia Alisha sebulan lebih loh :
akkkk... manis banget kan gayanya :*
 Masih bayi sudah banyak gaya :D suka-suka Alisha saja :*



Oiya, dari lahir rambut Alisha tebal, hitam dan gondrong loh, gak percaya? nih lihat saja :p
Maklum saja, di dalam rahim bunda nggak ada Salon :p
Setiap ketemu orang, pertama yang dikatakan adalah "Ya, ampun.. rambutnya tebel banget, kok bisa begitu sih? lagi hamil makan apa emang?" selalu seperti itu :D
Dan dari kebanyakan orang bilang rambutnya jangan dipotong (digundulin), sayang bagus banget.
Ya tapi gimana? Sebagai muslim, sudah sepatutnya dipotong dan ditimbang rambutnya.

Alisha hari ini, sebelum berangkat ke klinik untuk imunisasi loh :p

hari ini Alisha sudah berusia 47 hari :D
Alhamdulillah pintar dan sehat beratnya sudah 4,4kg
Suntik Imunisasi (BCG) pun nangis tapi tidak seperti bayi lain yang jejeritan :D
Nangis sebentar dan saat diberi tetesan Polio langsung diam \(^o^)/

Alhamdulillah, penuh syukur selalu kami haturkan kepada Allah SWT, karunianya amat, sangat luar biasa.
Wellcome to the world Alisha, semoga jadi anak yang solehah, baik, pintar, cantik, dan berguna bagi agama dan negara Aamiin...

Selamat datang Nak, selamat bertumbuh bersama ayah, bunda dan keluarga.

Kecup sayang
from bunda :*



Rabu, 28 Mei 2014

Aku Sakit

Entah ini yang keberapa kali. Tapi yang pasti aku sakit. Sakit untuk yang kesekian kali.
Entah kamu ini terlalu baik terhadap orang lain atau memang karaktermu yang genit?
Harusnya aku tahu, harusnya aku kenal dirimu, kita bersama bukan dalam waktu sehari - dua hari.
Hampir 5 tahun kita bersama, seharusnya aku mengenalmu lebih baik.

Entah aku yang bodoh atau aku yang terlalu polos.
Entahlah.. Apakah ini yang dinamakan Cinta?
Sesakit apapun, seberat apapun, pada akhirnya akan memaafkan kesalahannya.
Sesering dia berbuat salah, sesering itu pula, cinta memaafkannya. Begitukah?

Yang pasti saya tahu, Tuhan itu Adil.. Sebaik dan serapat apapun kau menyimpan kebusukanmu, pada waktunya akan tercium juga. Jika tak mau terbakar, janganlah kau bermain api.
Pastikan jaga hatimu, ada aku dan keluarga kecilmu menanti, sayang.

Entah apa yang dicari? Entah apa yang di dapat?
Apakah ada rasa lain jika kau bermain curang di belakangku?
Menyembunyikan segala hal dari diriku di belakangku, apakah itu membuatmu senang?
Bukankah lelah kalau terus begitu?

Yang saya tahu, jadi orang jujur dan tidak macam-macam itu membuat hati dan pikiran tenang.
Yang saya tahu, sekali kau menutupi kebohonganmu, akan ada kebohongan selanjutnya yang akan meledak seketika, saat kau terjerat.
Apa kau siap saat ledakan seketika itu membuatmu terluka parah?
Apa kau siap menerima semua konsekuensinya?

Ini bukan yang pertama kali.
Mungkin niatmu bercanda atau hanya iseng belaka.
Tapi apa yang kamu cari dari semua ini? kesenangan sendiri?
Banggakah kau punya banyak teman wanita yang perhatian?

Yang aku tahu, perhatianku tidak pernah kurang ke kamu.
Entahlah, atau mungkin berlebihan?
Yang pasti, yang bisa aku jaminkan, aku tidak pernah sekalipun berniat curang di belakangmu.
Yang harus kamu tahu, rasa sayangku terhadapmu lebih besar dari saat pertama kita bertemu.

Pernikahan..
Iya, semenjak kita menikah, yang saya tahu rasa sayang saya lebih dalam dari saat kita pacaran dulu.
Yang saya tahu, ikatan kita semakin kuat dan tidak bisa disamakan seperti kita pacaran dulu.
Semakin sering bersama, semakin terasa saling membutuhkan. Begitukan?

Iya gak sih? atau semua ini hanya sebatas keinginan dan keegoisanku saja?

Aku tidak bisa menyalahkanmu begitu saja. Pada akhirnya ku kembalikan semua pada diriku.
Apakah aku sudah menjadi yang terbaik untukmu?
Yang pasti, aku selalu berusaha untuk menjadi yang tebaik untukmu.
Jika ternyata tidak sesuai dengan keinginan mu, aku bisa apa?

Aku sakit, aku mencoba mengobati luka ku sendiri. Nanti.